Kata Pesan

SELAMAT DATANG DI DUNIA CERPEN KARYA SISWA MAN TULUNGAGUNG 1

Rabu, 11 Januari 2012

Acha dan Perasaanya yang Tertinggal


(^_^) Karya: Azizatus Solichah
Kelas XII IPA 1
MAN Tulungagung 1




“Yes hari ini libur...!!”, aku bermaksud untuk pergi ke rumah Okta. Dia adalah kakak yang aku sayangi. Meski dia juga menyayangiku aku tahu sayangnya dia dan kebaikannya dia enggak lebih dari sayang seorang kakak kepada adiknya. Aku tau dia masih menyayangi mantan kekasihnya.
Setibanya dirumah kak Okta, kak Okta menyambutku dengan manis. “Ech, adik tunggu sebentar ya, kakak masih mau mandi nih hehehe...”, nie hape kakak boleh adik pinjam dulu, kakak mau ke kamar mandi dulu yo....” “Oke kak”.
Sesaat setelah dia berlalu, aku melihat album foto dihapenya, ternyata foto yang aku berikan padanya tidak ada, disana tersimpan foto cewek lain. Lalu aku melihat daftar kontak dihapenya, dan aku lihat favorit kontaknya bernama “(^_^)” itu merukan simbol saat kak Okta merasa bahagia. Dan ternyata kakak favoritnya bukan nomer hapeku. Aku merasa semuanya sudah cukup dan aku selesaikan melihat folder-folder di hape kak Okta.
Tak lama kemudian Okta sudah selesai mandi, dan akhirnya aku dan dia pergi ke warnet. Sesuai dengan janji yang telah aku dan dia buat sebelumnya. Aku berniat pergi ke warnet untuk menyelesaikan tuga dari guru sekolahku. Karena aku sedikit kesulitan dengan tugas ini, aku minta kak Okta untuk membantuku.
Saat di warnet, kak Okta sibuk membantu tugasku. Tanpa sepengetahuannya kupandangi dia, “mungkin ini terakhir kali adik bisa memandangi kak Okta dengan sangat lama, adik tau mungkin kakak akan lebih bahagia dengan cewek pilihan kakak dan harapan adik agar kakak bisa mencintai adik biarlah cukup sampai disini, meskipun rasa ini menjadi rasa yang terpendam, Acha akan tetap menjadi adik kakak Okta yang bisa kakak banggakan,” kataku dalam hati.
“Hey”...suara kak Okta membuyarkan lamunanku.
“Eh... iya kak”
“Kenapa adik melamun?”
“Engg...enggak kok kak, adik Cuma heran aja kakak kok bisa secepat itu menyelesaikan tugas adik”
“Iya dong, kakaknya dik Acha masak enggak hebat, hehehe....”
“Iya deh kek, terimakasih ya...., sekarang kita pulang aja yuk kak, udah sore nih”
“Oke adik...”
Sesampainya di rumah aku segera mandi dan setelah itu aku mengambil sebuah pena dan kertas. “Aku berniat untuk memendam semua  rasa ini, sebelum semuanya berakhir aku ingin pena dan kertas ini menjadi saksi bahwa rasa sayang ini pernah ada dan merupakan rasa yang tak perlu mendapatkan balasan, gumamku dalam hati. Akhirnya, aku mulai menulis semua rasa dihatiku ini dan akan kujadikan sebuah cerpen dengan judul “Acha dan Perasannya yang Tertinggal”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ingin Menulis?

Bagi siswa-siswi MANTASA GREEN yang ingin menuangkan karya tulisnya, baik cerpen, tulisan ilmiah, dan coretan hati, bisa juga kritik dan saran bisa dikirim ke email: mantasagreen@gmail.com.

Komentar Perasaan