Kata Pesan

SELAMAT DATANG DI DUNIA CERPEN KARYA SISWA MAN TULUNGAGUNG 1

Senin, 09 Januari 2012

"PENGORBANAN CINTA"


Karya Nursiami
Kelas XII IPA 1
MAN Tulungagung 1


            “Kak nita.......................”
            Begitulah dia memanggilku dengan suara yang riang. Dia adalah Nisa, adik angkatku yang berumur  8 tahun.dia diadopsi orang tuaku pda saat berumur baru 2 bulan. Dia diadopsi orang tuaku yang tak tega melihat gadis kecil yang ditinggal sendiri didepan pintu panti asuhan yang dibantu ibuku.
            Pagi yang cerah. Aku dan nisa mengelilingi area perumahan sambil bersepedah dengan wajah cerah.nisa amat senag dengan olah raga ini.saat aku dan nisa menikmati pemandangan nan indah di perumahan,tiba-tiba nisa terjatuh dan kepalanya terluka terkena batu. Ketika itu aku panik bukan  kepalang melihat adikku yang tak pernah menangis begitu keras menangis didepanku karna perbuatanku yang tak menjaga nisa dengan benar. Aku membawa nisa kerumah sakit tedekat dengan segera menghubungi kedua orang tuaku.
            Tiba dirumah sakit nisa diperiksa dan dirawat secara insentif . Dia menjalani beberapa tes kesehatan untuk melihat seberapa parah luka yang dia alami akibat benturan tadi. Dengan wajah pucat dan ketakutan aku menunggu nisa didepan pintu ruang IGD. Tak lama kemudian nisa dipindah diruang rawat inap untuk merawat lebih lanjut.
            Tiga hari telah berlalu. Nisa pulang dengan kondisi yang lebih baik.  Belum lama aku dan keluargaku sapai dirumah, dokter yang memeriksa nisa menghubungi ibu untuk memberikan hasil tes 3hari lalu.
            Hasil tes nisa mengejutkan. Ternyata nisa mengidap penyakit leukimia stadium 1. Ibu menangis terus menerus hingga tak sadarkan diri. Aku dan ibu tak menyangka penyakit ini kan menimpa nisa yang masih berumur 8 tahun.
            Aku dan kedua orang tuaku merahasiakan penyakit ini dari nisa sampai nisa lebih sedikit dewasa. Setelah aku tau kondisi adikku sekarang aku semakin sayang dan memanjakannya untuk kebahagiannya yang tak lama.
            10 tahun telah berlalu. Nisa telah besar dan tumbuh dengan begitu cantik nan manis. Senyum yang ceria tak pernah lepas dari bibir tipisnya yang seperti wanita tak berpenyakit. Kini nisa telah dewasa dan siap mendengar kondisinya yang telah lama sakit. Ibu dengan wajah cemas menyuruhku menceritakan semua yang telah terjadi pada nisa. Aku ceritakan semuanya kepada nisa tanpa ada hal yang aku tutup-tutupi. Awalnya nisa tak dapat menerima kondisi itu dan menagis seketika,namun aku sebagai kakak yang amat menyayangi nisa mencoba memberi motivasi agar dia kuat dan mampu menghadapi semuanya. Aku berjanji akan terus selalu bersamanya tanpa rasa takut akan kecewa. Setiap hari nisa dan aku selalu bersama. Saat nisa cek up pun aku yang mengantar.
            Suatu ketika aku bertemu teman lamaku yang dulu akrab denganku. Dia adalah dony,teman lamaku dan sekaligus dokter baru adikku. Dony selalu menyambut kedatanganku dan nisa dengan ramah. Aku tak pernah menyangka dari seringnya kami bertemu menimbulkan benih-benih rasa yang dulu aku rasakan bersama dony. Akupun mulai menjalin hubungan  dengan dony tanpa sepengetahuan nisa. Aku belum siap menceritakan ini semua kepadanya. Aku amat menikmati kehidupanku sekarang bersama orang-orang yang aku sayangi.
            3 bulan telahku jalani hubunganku dengan dony. Saat sema berjalan dengan indah aku menemukan buku diary nisa yang tak sengaja jatuh didepan almari nisa. Semula aku ragu untuk membukanya,namun saat aku buka halaman pertama ada foto yang terjathu dari dalam buku, ternyata  itu adalah foto dony.
            " Kenapa ada foto dony disini?"gumamku.
Tanpaku sadari selembar demi selembar aku baca buku diary itu. Air mataku tak terbendung lagi saat membaca semua yang nisa tulis tentang dony.
            "kenapa harus dony yang ada di fikiran adikku?"
            "kenapa harus dony yang sebagai penyemangat hidupnya?" tanyaku dalam hati.
            Semalaman aku tak bisa tidur memikirkan semua hal tentang ini. Aku tak pernah berfikir akan hal ini sebelumnya. Aku menagis semalaman, memutuskan dalam diamku aku akan melepas kebahagiaanku dengan dony demi adikku nisa yang malang. Aku takkan biarkan nisa bersedih tentang dony.
            Aku bertemu dengan dony untuk memutuskan hubunganku denganya dan memohon agar dony mau menerima nisa walau umurnya tak panjang.
            "Dony aku ingin berbicara denganmu tentang hubungan kita,bolehkah?" kataku mengawali bicara.
            "Ada apa nita?" jawabnya dengan lembut.
            "aku ingin kita akhiri hubungan ini karena nisa mencintaimu dan menjadikan kamu sebagai semangat hidupnya dony!" tak terasa air mataku menetes. Dengan lembut dony memelukku dan menenagkanku.
            "walau berat bagiku untuk menjalaninya nanti aku harap kamu mau mengabulkan permintaanku padamu yang terakhir kalinya." ku teruskan perkataanku. Dony tau perinsip dan janjiku kepada nisa untuk membuat nisa bahagia.
            " Apakah harus kau bahagiakan adikmu dengan mengorbankan cintamu?" jawabnya dengan lembut walau hatinya terluka.
            " Aku ingin dia bahagia walau hanya sekejab." sahutku. Dengan lumbut dan penuh perasaan dony menjawab kepadaku,
            "Aku akan mengabulkan semua yang kau minta agar kau bahagia cinta". Ku menagis hingga aku tak sadar telah lama aku menangis dipelukanya. Aku pulang dengan hati hancur, namun aku takkan melupakan cinta dony kepadaku.
            1 bulan telah berlalu, ternyata dony telah menabulkan permintaanku padanya.
            "Aku bahagia ternyata dokter dony juga menyukaiku kak nita!" ucapnya sambil kegirangan.
            " Iya sayang,kakak tau dony telah cerita akan hal ini semua" sahutku.
            "semoga kau bahagia nisa!"doaku dalam hati.Semenjak hari itu aku tak pernah melihat nisa tak ceria. Dia menikmati kehidupannya walau dia tau hidupnya tak kan lama lagi.
Tiga bulan demenjak hari itu tiba-tiba nisa harus berperang lagi dengan penyakitnya. Dia berjuang melawan penyakitnya agar dapat bersama dony. Nisa begitu lemah dan tak sadarkan diri. Saat aku menemani nisa diruangan dengan kondisi nida yang belum sadar dony datang.
            "Jangan menangis nita,nisa pasti kuat karena mendapat cinta yang begitu besar darimu" kata dony sambil memelukku. Aku tak sadar aku menangis dipeluknya.
            " Terimakasih kau telah mengorbankan cintamu kepada nisa dony!"sahutku.
            "Semua demi kamu sayang."kata dony sambil mengelus kepalaku. Tak lama nisa terbangun dari komanya. Dia memanggilku dan dony agar mendekat.
            "Aku telah lama tau akan hubungan kalian. Aku menyayangi kalian sepenuh hatiku."kata nisa tiba-tiba.
            "Aku berharap kalian bisa bersatu dan menjadi pasangan bahagia"imbuhnya. Dengan memegang tangan kami dia menyatukannya. Aku menangis melihat adiku yang lemah mengatakan hal yang tak aku duga. Dengan tenaga yang tersisa nisa memeluk dan menciumku. Dengan tetesan air mata aku membalas ciumannya. Tak berselang lama nisa menghembuskan nafas terakhirnya. Aku menagis dengan keras sambil meluk tubuh nisa. Kini aku harus kehilangan adik angkatku tersayang. Nisa dimakamkan dekat ayahku.
            Setelah semua ini berlalu akhirnya aku bersatu dengan dony untuk selama-lamanya. Tanpa harus mengorbankan cinta dan hati orang lain lagi.



Cinta Akan Indah Pada Masanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ingin Menulis?

Bagi siswa-siswi MANTASA GREEN yang ingin menuangkan karya tulisnya, baik cerpen, tulisan ilmiah, dan coretan hati, bisa juga kritik dan saran bisa dikirim ke email: mantasagreen@gmail.com.

Komentar Perasaan