Kata Pesan

SELAMAT DATANG DI DUNIA CERPEN KARYA SISWA MAN TULUNGAGUNG 1

Senin, 09 Januari 2012

Berawal Dari Keterpurukan Berakhir Menjadi Kenestapaan


Karya Mistiani Dwi Rahayu Sya_tia
Kelas XII IPA 1
MAN Tulungagung 1


Malam semakin larut ditambah dengan bintang-bintang yang berkelap-kelip yang menyebar di langit yang tak siapapun tau dimanasu dutnya, namun hal itu tak mengusik lamunanku.
Malam ini adalah malam yang penuh dengan kenangan, karna 2 tahun sudah aku dan ryan memutuskan untuk berpisah. Tak ada alasan yang jelas kenapa aku dan dia berpisah, tapi yang memutuskan hubungan ini adalah aku. Aku dan dia saling menyayangi, dia sangat perhatian dan pengertian. Dan aku sangat berharap bisa bertahan lama dengan dia, namun waktu berkata lain, aku dan dia putus ditengah jalan. Disamping itu dari awal orang tuaku sudah tak suka dengan ryan, namun aku tetap menjalani hubungan dengan dia. Kami menjalani hubungan jarak jauh, awal dari hubungan kita memang baik-baik saja, namun ketika aku dan dia ada masalah, dan dia gak pernah menghubungi aku lagi, bahkan sama sekali tak berkomunikasi lewat sms maupun telfon. Dari situlah aku mulai punya firasat yang tak enak, berfikiran yang negative keryan, namun aku berusaha menepis itu semua karna aku sngat sayang sama ryan.
Saat hati ini semakin gundah, tiba-tiba salah satu temanku memberitahu kalau ryan punya pacar di bandung. Tanpa pikir panjang aku lansung telfon ryan dan minta putus. Awalnya dia tak trima kenapa aku tiba-tiba minta putus, dan aku coba beri alasan ke dia, namun dia tetap tak trima. Tapi pada akhirnya kita putus juga.
Dentakkan jam sejenak melenyapkan lamunanku, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam. Tak terasa aku meneteskan air mata, tetesan yang jatuh untuk sekian kalinya. Aku akui memang sangat sulit melupakan kenangan itu, butuh waktu yang sangat lama untuk menutup rapat-rapat kenangan bersamaryan.
                                                           
Jam sudah menunjukkan pukul 6.00, aku langsung begegas bangun dari tempat tidur. Dan menuju ke kamar mandi.Tepat jam 6.30 aku sudah siap untuk berangkat.
“Aya. .dah siang nak, cepetan turun.” Teriak mama di dapur.
“Ya ma, aya turun.”jawabku sambil berlari kecil.
Aya adalah panggilan sehari-hariku, nama panjangku adalah cicilia gita sapoetri. Papa dan mamaku sangat sayang kepadaku, karna aku adalah anak satu-satunya mereka.
“ini buruan sarapan”suruh mama.
“gak usah ma, aya dah kesiangan.”
Aku pamitan sama mama dan papa, lalu langsung bergegas keluar rumah dan masuk ke mobil.

Sesampainya disekolah, aku langsung turun dari mobil dan lari menuju kelas.Disaat yang bersamaan dari arah yang berlawanan juga ada seorang siswa laki-laki yang juga terlambat.Seolah tak menganggap aku ada, cowok itu berlari sambil menabrak aku.Aku langsung berteriak sekuat tenaga, tapi cowok itu tak memperdulikannya, ia pergi begitu saja. Kelihatannya  cowok itu anak baru di sekolah ini, karna aku belum pernah melihatnya.
Aku berdiri tepat di depan pintu kelas, sebelum masuk kelas aku berdiri diam sejenak untuk mengatur nafas yang terengah-engah. Perlahan aku membuka pintu, dan dalam hati aku sedikit lega, karna gurunya belum masuk kelas.
“Dariman aja loe, jam segini baru datang, untung aja pak heru belum masuk.”Tanya via temen sebangkuku.
Via adlah sahabatku sejak aku dan dia masih duduk di bangku SMP.Kami berteman baik, orang tua kami juga saling kenal karna papanya via adalah teman papaku.Maka via tau persis bagaimana sifatku, begitu juga denganku.
“Gue tadi bangun kesiangan, gara-gara semalem begadang.”jawabku
“tumben loe begadang, pasti lagi mikirin sesuatu.” tanya via penuh dengan penasaran
“gak kok, gak ada, gue gak mikirin apa-apa.” tepisku
Via terus saja menanyaiku, namun aku tak mempedulikannya. Karna kalau via tau aku masih memikirkan ryan, aku bakalan di omelin habis-habisan sama via. Sejak kejadian 2 tahun yang lalu, via selalu mengingatkanku untuk tidak memikirkan ryan. Vialah yang selalu memberi dukungan ke aku untuk bangkit dari keterpurukanku.Bahkan sampai suatu ketika via mengenalkanku kepada teman cowoknya, namun hal itu sia-sia, karna aku belum bisa menerimanya.
Sambil menunggu kedatangan pak heru guru matematika, dan sambil mengalihkan pertanyaan via, aku ingat sesuatu. Kalau aku tadi bertabrakan sama cowok yang mungkin murid baru di sini.
“vi, gue tadi tabrakan sama cowok aneh.”ucapku memulai pembicaraan
“cowok aneh gimana maksud loe??”
“ya cowok aneh, gue tadi kan buru-buru masuk kelas sambil lari-lari gitu, trus di tikungan tadi aku tabrakan sama cowok itu, tapi dia gak peduli gitu, dia langsung lari ninggalin aku tanpa bilang maaf gitu, liat muka gue aja gak. Aneh banget kan itu cowok.”
“emang siapa sich cowok itu, sampai-sampai bikin loe sebel kayak gini.”
“gue aja juga gak tau, siapa cowok itu, murid baru mungkin soalnya gue belum pernah liat dia.”
“hmmm. . wah, bakalan seru nich.”
“seru gimana maksud loe.”
Belum sempat via menjawab, pak heru sudah datang.Murid-murid langsung diam seketika.Karna pak heru dikenal sebagai guru yang kiler.
Tak terasa bel pulang sudah berbunyi, aku dan via bergegas keluar kelas dan segera menuju mobil.Namun belum sampai di mobil, cowok aneh itu muncul lagi.Sekarang dia berjalan dengan soni. Soni adalah sahabatku juga, namun kami beda kelas.
“ya, vi. .”panggil soni
Aku dan via langsung noleh kearah suara itu.Aku kaget ketika cowok yang bersama soni adalah cowok yang tadi pagi menabrak aku.
“hai ya, hai vi”sapa soni
“hai juga.”jawabku dan via bersamaan
“siapa ini son.”Tanya via basa-basi
“kenalin ini vian”jawab soni sambil menepuk bahu vian lirih
Aku langsung kaget, nama itu hampir mirip dengan namanya ryan, namun beda di huruh bagian depan.
“hai gue vian.”sapa vian sambil menjulurkan tangannya ke aku dan via, bermaksud untuk berjabat tangan
Namun ketika dia menjulurkan tangannya ke aku, aku bersikap acuh, aku tak memperdulikannya.Aku langsung saja pergi meninggalkan mereka. Karna aku masih kesel sama sikap dia tadi pagi.
Di mobil via menceramahiku gak jelas gitu, gara-gara aku ninggalin dia dan pergi gitu aja sebelum membalas uluran tangan vian yang mengajak kenalan dan salaman.Aku gak memperdulikan ocehan via.Dari sekolah sampai rumah aku hanya diam saja.
Malam ini cuaca tidak bersahat, hujan turun membasahi jalanan ibu kota. Dari tadi aku mondar-mandir gak jelas.Kenapa tiba-tiba aku ingat wajah cowok itu. Padahal aku sebel sama cowok itu. Karna aku tak mau memikirkan cowok itu, aku bergegas untuk tidur.
Keesokan harinya, sesampainya di sekolah untuk yang ketiga kalinya aku bertemu dengan cowok itu.Cowok itu tersenyum kepadaku, namun aku mengacuhkannya dan bergegas menuju kelas.
Aku tak mau terlalu memperdulikannya.Apalagi sampai menyapanya, karna aku masih belum terima ketika dia menabrak aku dan ninggalin aku begitu saja.
Waktu istirahat telah tiba, aku dan via berjalan menuju kantin, aku langsung memesan makanan untuk aku dan via.Sedangkan via mencari tempat duduk yang kosong.Ketika aku berjalan menuju ke tempat via, disana sudah ada soni dan cowok itu lagi. Sebenarnya aku ingin untuk tidak kesana, namun via sudah terlanjur memanggilku, dan apa boleh buat aku harus kesana.
Soni dan vian menoleh kearahku dan tersenyum.Namun aku hanya membalas senyuman soni saja.
“ya, loe kenapa kok kusut gitu muka loe.”Tanya soni
“gue gak apa-apa kok, emang muka gue kelihatan kusut ya?”tanyaku
“iya, aya, kusut kayak baju lom di setrika.”sela cowok itu
“iya kusut kayak baju loe.”jawabku sengit
“loe kenapa cich ya, jutek gitu. Perasaan dari kemarin loe uring-uringan gak jelas gitu dech.”Tanya via
Aku hanya diam saja gak jawab pertanyaan via.Aku tau pasti dia ngerasa ada sesuatu yang aku sembunyiin dari dia.
“gue tau, loe kemarin telat gara-gara loe begadang mikirin ryan kan.”tebak via
Aku langsung menunduk, rasanya kayak disambar petir disiang bolong, aku gak mau menatap muka via, karna tebakan via itu betul.
“ya, kenapa gak loe jawab cich, kenapa loe diam ja.”
Bel masuk tlah menyelamatkanku dari pertanyaan via dan dari rasa maluku sama soni dan vian.
Sesampainya di kelas, via terus saja menanyaiku tapi tak ku jawab.Sampai bel pulang sekolah berbunyi, aku langsung keluar meninggalkan kelas dan juga meninggalkan via.
Hari minggu adalah hari yang aku tunggu-tunggu, karna aku gak akan ketemu dengan cowok aneh itu ‘vian’. Tapi kalau diliat-liat sich dia itu baik, tapi kenapa aku gak suka sama dia, sedangkan via dan soni kelihatannya asyik-asyik aja ngobrol sama vian. Ketika sedang asyik dengerin music, tiba-tiba hp ku bunyi.
“nomor asing, angkat gak ya.”gumamku
Setelah berfikir sejenak aku mengangkat telfon itu.
“hallo, ini sapa?”tanyaku
“hallo, lagi ngapain ya, sibuk gak.”jawab suara diseberang tanpa memperdulikan pertanyaanku.
“ini sapa?”tanyaku lagi
“masak kamu gak kenal sich sama suaraku?”
“ma’af ya, gue gak kenal sama loe. Loe jawab pertanyaan gue, atau gue tutup telfonnya.”
“aduch, galak banget sich. Ya udah, gue bilang dech, gue vian ya.”
“vian, ngapain loe telfon gue, kurang kerjaan ya loe.”
“iya, gue kurang kerjaan, maka dari itu gue telfon loe.”
“udah dech, gak usah banyak alasan, ada apa loe telfon gue?”
“loe kenapa sich ya, galak banget sama gue, padahal kalo gue denger crita dari soni, katanya loe itu baik orangnya, pengertian dan peduli sama sesama. Tapi kenapa loe sama gue galak?”Tanya vian panjang lebar
“apa perlu gue jawab pertanyaan loe yang gak bermutu itu.”
“perlu banget ya, karna gue butuh jawaban itu. Tapi ya terserah loe sich, mau kasih tau apa gak.”
“jawabannya gue capek, ngerti. Gue mau istirahat.”jawabku sambil menutup telfon
Bulan demi bulan tlah terlewati, setiap vian ngajak aya untuk jalan berdua selalu ditolak, jangankan jalan bareng ngobrol aja slalu dicuekkin.Tapi itu tak menyurutkan niat vian untuk meluluhkan hati via. Selain desakkan dari via dan soni, ternyata diam-diam vian suka sama aya, maka dari itu dia berusaha untuk mendapatkan hati aya. Dan tanpa sepengetahuan aya, setelah lulus dari SMA vian akan meneruskan sekolahnya di luar negeri. Maka dari itu, vian, via dan soni berusaha keras sebelum semuanya terlambat.
Ketika ujian sekolah kurang 1 bulan lagi, itu artinya tinggal 1 bulan lagi vian berada di Jakarta.Dan usaha via, vian dan juga soni belum juga menampakkan hasilnya.Namun mereka tak patah arang, mereka terus mencoba.
Ketika ada waktu senggang, via mengajak aya untuk nonton di bioskop, dan kebetulan juga saat itu aya tidak keberatan dengan ajakan via.Dan dia juga tidak berprasangka buruk seperti sebelumnya.Karna aya tahu kalau soni tidak bisa ikut karna soni sedang sakit.
“ya, gue tinggal beli tiket dulu ya, loe tunggu disini.”pinta via
“oke.”jawabku singkat
Beberapa menit kemudian via datang dan membawa 2 tiket di tangannya.Lalu mereka berdua segera masuk ke dalam gedung bioskop.Didalam gedung sudah dipadati oleh penonton, via dan aya mendapat tempat duduk di deretan tengah.
Tak terasa film yang mereka tonton sudah selesai.Dan seusai nonton, mereka berniat untuk jalan-jalan dulu di mall.Namun, tiba-tiba telfon via bunyi, dan itu dari mamanya via, yang menyuruh via untuk segera pulang karna adiknya sedang sakit dan harus segera dibawa ke rumah sakit, mau tak mau via harus meninggalkan aya sendirian di mall.Dan kebetulan juga tanpa disengaja disitu ada vian juga.
“ya, sorry ya, nyokap gue telfon katanya adik gue sakit dan gue disuruh pulang untuk nganterin ke rumah sakit, loe gak apa-apa kan gue tinggal sendiri.”
“hmmm, ya udah, gak apa-apa vi, loe pulang aja, kasian adik loe.”
Aya akhirnya jalan-jalan sendiri di mall.Aya hanya melihat-lihat sepatu. Danketika aya menuju ke salah satu toko sepatu, dan mencoba salah satu sepatu, tak disangka disana juga ada vian dan seorang gadis manis yang juga lagi mencoba sepatu.
Namun aya tak berniat untuk menyapanya, aya pura-pura tak melihatnya.Padalah beribu pertanyaan sudah singgah di pikirannya tentang siapa gadis yang bersama vian tersebut. Namun aya berusaha menyembunyikan hal itu. Tapi naasnya, vian mengetahui keberadaan aya dan menghampirinya.
“hai ya, sama sapa loe?”Tanya vian
Aya menoleh kearah vian sekilas.Tapi kali ini aya menanggapi sapaan vian.
“hai juga, sendiri aja, loe sendiri sama sapa?”Tanya aya, berpura-pura tak tahu
Belum sempat vian menjawab, gadis itu memanggil vian.Dan meminta vian untuk menemaninya.Lalu vian menoleh kearah aya dan menarik tangan aya kemudian di ajak ke tempat gadis itu, aya yang saat itu sedang memilih sepatu sontak kaget dengan ajakan vian tersebut.Lalu vian memperkenalkan aya ke gadis itu, gadis itu ternyata adiknya vian, namanya mila.Terjawab sudah pertanyaan yang aya pendam tadi.Kemudian mereka ngobrol bareng, dan akhirnya aya pulang bersama vian.
Semenjak kejadian itu, aya jadi sering ngobrol dengan vian.Aya juga tak menolak ajakan vian lagi.Soni dan via kaget melihat kejadian itu, tapi mereka senang karna usaha mereka sedikit nenunjukkan hasil.
Disaat aya semakin akrab dengan vian, dan mulai muncul rasa suka dan benih-benih cinta, aya menyadari kalau sebenarnya dia suka sama vian, tapi dia tak mau menunjukkan hal itu.
Setelah ujian sekolah berakhir, dan mereka dinyatakan lulus, disaat itu juga vian mengungkapkan semua yang sebenarnya kepada aya.Begitu pula dengan via dan soni, mereka juga aka membongkar rencana-rencana mereka selama ini.
Aya sangat kaget akan hal itu, dia tidak menyangka kalau sahabatnya tega melakukan hal itu, begitu pula dengan vian orang yang dia sayang. Kenapa ini terjadi kepada aya, disaat dia mulai bisa merasakan jatuh cinta lagi, setelah dia terpuruk akan cintanya yang dahulu. Sudah lama aya tak merasakan kasih sayang seperti ini, tapi kenapa dia dipisahkan dengan orang yang dia sayangi untuk yang kedua kalinya.
Meskipun aya dan vian belum pacaran, tapi perasaan aya sudah hancur. Vian sangat menyesali akan hal ini, kenapa dia tidak mengungkapkan ke aya kalau dia suka dengan aya sejak awal kenal aya. Begitu pula dengan aya, dia juga sangat menyesal, kenapa dia baru tahu sekarang kalau vian suka, dan kenapa baru sekarang aya sadar kalau dia suka dengan vian, dan kenapa dia sangat cuek kepada vian saat pertama kali mereka kenal.
Kini aya hanya bisa melepas kepergian vian dengan berat hati.Aya belum bisa melupakan vian, meskipun nantinya mereka masih bisa berkomunikasi, tapi perasaan aya begitu besar epada vian, vian pun juga seperti itu.
Hanya Tuhan yang tahu kapan jodoh, mati, hidup, lahir, kaya, miskin.Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berdoa.Tak lupa pula kita mensyukuri atas karunia tuhan yang begitu indah ini.Jangan pernah berkata sulit sebelum kamu mencoba, dan jangan pernah pula kamu berhenti mencoba sebelum kamu merasa mudah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ingin Menulis?

Bagi siswa-siswi MANTASA GREEN yang ingin menuangkan karya tulisnya, baik cerpen, tulisan ilmiah, dan coretan hati, bisa juga kritik dan saran bisa dikirim ke email: mantasagreen@gmail.com.

Komentar Perasaan