Karya Baitin Uswatun Hasanah
Kelas XII IPA 1
MAN Tulungagung 1
Di tepi sungai, ada seorang anak laki-laki yang sedang melamun. Tak ada seorangpun yang tahu pasti apa yang di pikirkannya. Dari raut muka dan tatapan matanya, tersirat bahwa betapa berat rintangan hidup yang sedang ia hdapi saat ini. Gerakan tubuhnya pun seolah mengisyaratkan kegelisahan yang amat sangat.
Dari kegelisahan yang sekarang berkecamuk di hatinya itu, tiba-tiba ia teringat dengan seorang anak perempuan yang pernah ia temui di suatu perlombaan saat bulan ramadhan. Anak perempuan itu sangat semangat mengikuti perlombaan. Hampir semua perlombaan, anak perempuan itu ikuti. Subhanallah, itu adalah kata pertama yang ia ucapkan untuk anak perempuan itu.
Anak laki-laki itupun penasaran, apa sih yang membuat anak perempuan itu begitu semangat untuk mengikuti semua lombaini? Apakah dia tidak gugup berbicara di depan umum? Dan apadari cita-citanya? Berawal dari rasa penasaran tersebut, anak laki-laki itu memberanikan diri untuk berbicara dengan anak perempuan itu.
“hai……..??” dengan senyum yang amat lebar, ia menyapa anak perempuan itu.
“hai juga……,” anak perempuan itupun membalas senyumnya.
“kamu ini hebat banget sih…..???”
Dengan senyum malu-malu anak perempuan itu pun menjawab.
“Oh ya??”
“iya lah ,mana mungkin aku bohong,ngomong-ngomong kamu kelas berapa??”
“udah kelas 2 SMA kok.”
“ow…udah kelas 2 SMA toh.hehehehe
“aku, boleh Tanya sesuatu??” Tanya anak laki-laki itu pada anak perempuan itu.
“boleh kok,mau tanya apa…??”sahut anak perempuan itu.
‘’kok kamu bisa semangat sih hari ini,hampir semua perlombaan kamu ikutin.apa kamu gak gugup??’’
Dengan senyum termanisnya anak perempuan itu tertawa.
“kok ketawa??”Tanya anak laki-laki itu.
“nggak apa-apa kok,Cuma lucu aja,kamu merupakan orang kesekian yang bertanya seperti itu hari ini.”
Dengan senyum yang malu-malu,anak laki-laki itu menjawab,”oh ya??’’
“iya,mau tau gak jawabanku untuk pertanyaan itu??”
“apa??”
“kalau bukan sekarang ,kapan lagi untuk kita bisa berkarya.ingat lo umur seseorang itu sampai kapan.hehehe”
Dan senyum yang malu-malu anak laki-laki itu menjawab.
“hehehe,bisa aja kamu ini.aku kan jadi malu??”
“aku boleh tanya lagi gak??”
“mau tanya apa??”
“apa sih cita-cita kamu??”
Dengan senyum kecilnya dia menjawab!!
“cita-cita ku jadi dokter jantung!!”
“dokter jantung???” dengan nada yang sedikit terkejut.
“iya, emang kenapa??”
“oh ya? Hebat dong, emang apa yang melatar belakangi cita-cita kamu itu?”
Dengan semangat anak perempuan itu menjawab,
1. Jantung merupakan organ paling penting untuk manusia, karena apabila jantung tidak berdetak lagi, berarti hidup orang yang memiliki jantung tersebut telah berakhir.
2. Aku juga prihatin dengan keadaan masyarakat Indonesia saat ini, yang sama sekali bisa di bilang atau mlah jauh untuk bisa di katakana masyarakat yang makmkur, pengangguran ada di mana-man, kemiskinan merajalela, semuanya jauh dari kata makmur.
Dengan wajah bingung, anak laki-laki itu bertanya lagi.
“jadi hubungannya dengan kamu ingin menjadi dokter jantung itu apa untuk alasan ke dua?”
“ayah ku pernah bilang, hamper 50% penderita jantung itu dari kalangan orng miskin. Banyak sekali orang miskin yang meninggal karena tidak mempunyai niaya untuk berobat. Nah dari sanalah aku ingin meringankan beban mereka, aku ingin bekerja secara cuma-cuma buat mereka.”
“lalu bagaimana cara kamu untuk bertahan hidup, jika kamu bekerja tanpa upah?”
Dengan semangat,anak perempuan itu menjawab.
“uang bisa di cari kok,tapi nyawa itu bisa di cari .”
“subhanallah,alangkah mulia dan polosnya kamu ini,sampai-sampai dia bisa berkata seperti itu.
“boleh nggak aku minta sesuatu dari kamu?”
Dengan wajah kebingungan,anak perempuan itupun menjawab, ”ehm,minta apa lo??”
“tapi kamu janji ya??”
“Janji?”
“ya janji bahwa kamu akan berusaha untuk mewujudkan cita-cita kamu itu,aku ingin dengar,ada seorang dokter penyakit jantung yang sangat dermawan,kamu janji kan sama aku?”
Dengan semangatnya,ia menjawab, “ok deh,doain aku supaya bisa menggapai dan ,menepati janjiku.
“amin ya robbal’alamin…….”
Anak laki-laki itu sangat salut dengan anak perempuan itu, dalam hatinya ia berkata, ”aku belajar banyak hal dari dia,belajar ketulusan,kepolosan dan keikhlasan.semua itu ku dapatkan darinya.”
Anak laki-laki itu lebih termotivasi lagi untuk belajar dan mengejar cita-citanya.dia tidak mau lagi membuang waktu dalam hidup yang sangat berharga ini dengan sia-sia. Ia pun bangkit dari lamunannya di tepi sungai,dirasakannya bahwa ada sebuah energy baru yang masuk ke dalam jiwa.sekarang kelamnya hidup,beratnya beban dan kegelisahan yang sering menerpanya maupun sudah,tak dipikirkannya lagi.dia langkahkan kaki dengan optimis, semangat dan istiqomah, bermottokan “keep enjoy your life,”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar