Karya Hasty Andika Sari
Sudah lima tahun yang lalu pada saat saya masih duduk di kelas 1 SMP.saat itu saya berangkat sekolah sekitar pukul 06.30 pagi,ayah baru pulang dari rumah sakit perawatan nenekku.nenek dirawat karena dulu nenek mempunyai penyakit kanker dan sudah pernah di oprasi dua kali.pada saat nenek melakukan oprasi yang kedua nenek mnjadi lumpuh dan tidak bisa melakukan apa saja yank harus di bantu.
“ayah kenapa pulang?” Tanya ku.
“ayah pulang untuk mencuci baju nenekmu” kata ayah.
“kalau begitu aku berangkat sekolah dulu, assalamu’alaikum “
Wa’alaikum salam”.
Kemudian aku berangkat sekolah bdengan jalan kaki dan bertemu dengan teman-temanku.sesampai disekolah tidak lama kemudain bel masuk kelas berbunyi ,aku segera masuk kelas dan berdo’a untuk memulai pelajaran . Guru wali kelasku kemudian memulai pelajaran yakni membahas tugas matematika . Beberapa saat kemudian tetanggaku datang ke sekolah untuk menjemputku pulang,tapi tetanggaku tidak memberitahukan kenapa aku harus pulang,dia hanya member tahu semua guru dengan berbisik.kemudian aku diajaknya pulang dan aku berpamitan pulang kepada guru.sesampai di jalan aku bertanya-tanya pada tetanggaku “pak, ada apa,kenapa aku harus pulang?”tidak ada apa-apa has.”dan kamipun masih berjalan beberapa saat dan tetanggaku berhenti sejenak untuk member tahu seseorang,aku penasaran ,sebenarnya ada apa? aku bertanya-tanya,dan saat itu perasanku tidak enak dan hatiku berkata,”apa nenekku meninggal ?”dan aku berkata “innalillahi wa inna ilaihi roji’un”.
Aku dan tetanggaku berjalan agak cepat.sesampai di depan rumah,sudah banyak orang .kemudian aku di jemput oleh paman ku. Aku terkejut melihat nenekku berbaring lemah dan di tutupi wajahnya. Tiba-tiba aku meneteskan air mata dan sambil menjerit tidak percaya, kemudian aku pingsan. Beberapa menit kemudian aku bangun dan ku lihat ibuku duduk lemas. Aku masih menangis memanggil manggil nama nenekku dan aku ditenangkan oleh ayahku agar aku bisa bersabar. Semakin ayah menenangkanku, semakin membuatku sedih. Kemudian kerabat, teman, guru-guru, teman ayah dan teman ibu semuanya datang. Tapi kasihan kakakku, dia kuliah di Malang. Dia di telpon dan hanya di beritahukan bahwa nenek sakit parah. Sambil menunggu kakak, jenasah nenekku di mandikan, kemudian dikafani dan disholati.
Sementara itu semua orang yang ada di sampingku membuatku tenang. Lalu aku pergi ke belakang untuk menemui kerabat dekatku. Pada jam 14.00 kakakku datang. Dia menyuruh seseorang untuk memanggilku, “Mbak, tolong panggilkan Hasty”.
“Has, dipanggil kakakmu di kamar”.
Sambil masuk kamar aku menenangkan kakakku agar dia bersabar
Pada jam 15.00 sore jenasah diberangkatkan untuk dikuburkan. Saat jenasah akan diberangkatkan aku menangis sambil memeluk ibuku.ibuku berusaha membuatku tenang dan agar aku bisa bersabar. “sudahlah Has, relakan, sabar ya, jadilah anak yang dewasa dan membuat orang bahagia”. Jenasah nenekku pun diberangkatkan.
Dan di dapur banyak orang yang sibuk untuk membuat makanan, berbuka dan untuk orang-orang yang mengaji malam hari.
***
Setiap hari banyak orang yang datang untuk berta’ziah. Hari-hari kulewati dengan penuh kesedihan. Waktu berjalan dan saat yang penuh dengan kesucian dan kemenangan segera tiba. Tahun ini aku dan keluargaku menyambut hari raya dengan kekurangan satu anggota keluarga. Hari raya tahun ini merupakan idul fitri yang hampa. Tapi aku dan keluarga melewati dengan kesabaran dan kegembiraan demi nenek kami. Aku tidak akan berhenti mendoakan nenekku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar