Kata Pesan

SELAMAT DATANG DI DUNIA CERPEN KARYA SISWA MAN TULUNGAGUNG 1

Senin, 09 Januari 2012

DUKA DALAM CERITA

Karya Khotimatuz Zahro
Kelas XII IPA 1 
MAN Tulungagung 1


   “wah,rajin benar teman kita ini.Datang dari jam berapa, nis???” Tanya vina kepada denis.
    “Dari jam eanm pagi,sebagai ketua kelas  aku kan harus datang lebih awal dari kalian,”jawab denis dengan suara lantang.
    “waaahh,,ada seragam voli baru ya nis??”Tanya rita sambil memegangi kaos yang di bawa denis.
    “Yupzzt,seragam voli ini baru,minggu lalu aku mengajukan proposal ke KEPSEK buat nyuplai seragam voli baru untuk tim voli putri.
    “Apaaaa???seragam baru??”Tanya sarah dan rini yang baru datang.
    “Iyaa,seragam baru,untuk bertanding bola voli melawan tim voli putri SMA Harapan Bangsa,kita kan membutuhkan seragam baru dan semagat baru!!”.
    “Lhoh ,kapan?kok kita nggak tahu kalau kita akn tanding lawan bebuyutan kita itu??”Tanya vina.
    “Iya so kita harus bersungguh-sungguh latihannya!! pertandingannya tanggal 15 bulan depan,jadi selama sebulan penuh ini,kita semua harus latihan dengan semangat,,,okay??!!!
     Sejak masuk SMA Nusantara,denis menjadi kapten tim bola voli putri,ekskul andalan di sekolah yang sudah tersohor di tingkat kabupaten.
     Cewek perfect ini sejak duduk di bangku SD sebenarnya pandai bermain voli,tetapi kondisi tubuhnya tidak mengizinkan.Dia mengidap penyakit asma.Waktu SMP,dia pernah mengikuti ekskul voli sebagai anggota tim,akan tetapi pada waktu pertandingan penyakitnya kambuh dan harus di rawt di rumah sakit selama 10 hari.Setelah kejadian itu orang tua denis tidak mengizinkan untuk ikut ekskul apapun di sekolah.
****
     “Hay lili!!!!”sapa dini kepada lili.
     “Hy juga din,,emm kayaknya kamu senang banget pagi ini,”Tanya lili.
     “Aku dapat rekaman latihannya anak-anak SMA Harapan Bangsa,tapi kamu jangan bilang-bilang kepada denis,okay!!!!!!”bisik dini pada lili dan anggota timnya.
     “Iya ya,tapi kamu dapat dari mana??tanya lili sambil mengambil rekaman itu.
     “Emmm….adikku kan ekskul di sana,jadi aku nyuruh dia ngrekam latihannya.”seru dini dengan suara pelan-pelan.
            “din … maaf ya sebelumnya,kita kan disini pertandingan, jadi kalah menang itu sudah biasa,tapi kenapa kamu ngelakuin cara licik ini?? Ini kan  bukan tim kita!!! Seru Rita.
            Dini langsung menatap tajam kearah Rita.
            “Dengar ya Rit, ini adalah pertandingan pertama kita ditingkat kabupaten. Di pertandingan ini, kita sudah dapat lawan yang berat,Rit!” Aku nggak mau kalau tim kita kalah. Terserah apa yang kamu pikirkan,tapi ingat, hal ini jangan sampai ketahuan Denis.Pokoknya kita harus menang.
            Biasanya latihannya voly hanya seminggu aekali tetapi berhubung akan bertanding, Denis sebagai kapten mengubah jadwal menjadi seminggu dua kali.
“Nis, kamu sibuk gag??” Tanya Rita, ketika Denis sedang istirahat setelah latihan.
            “memangnya ada apa Rit??”
            “Ada sesuatu yang harus aku omongin, ini penting banget,tapi ngobrolnya jangan disini, diruang ganti ja.”  Kata Rita sambil membonceng untuk ikut dengannya.
            “Ada apa sih Rit??”
            “sebenernya aku nggak tahu harus bilang sama kamu apa nggak,tapi aku tahu ini sangat penting….”
            “Ya , udah.Kamu ngomong aja.Nggak usah berbelit- belit…”
            “Gini Nis, Dini punya rekamannya latihan voly lawan kita.”
            “Apaaa???? Kok bisa??” Tanya Denis dengan ekspresi yang sangat terkejut. Lalu Rita menceritakan semuanya.
            “Ya wajar aja kalau dia seperti itu, karena ini kan pertandingan pertama kita dan ajang bergengsi karena lawan kita SMA yang terkenal didaerah kita. Jadi dia sangat berambisi untuk memenangkan lomba ini komentar Denis.
            “Nis,tapi kamu jangan bilang ya kalau yang ngasih tahu aku!!pesan rita.
***
            Esok harinya Denis menemui Dini yang sedang makan siang di kantin sekolah.
            “Pasti Rita kan yang ngasih tahu kamu tentang rekaman itu?”seru Dini.Dia sangat geram ketika Denis membahas tentang hal rekaman itu.
            “Nggak penting sipa yang ngasih tahu aku!!”jawab Denis dengan pelan,agar dia lebih tenang.
            “Aku ngerti apa yang kanu rasain din,tapi apa yang kamu lakuin itu gak sportif sama sekali,apakah jika kita menang,dengan tidak sportif,kita bisa bangga???Kita di sini harus menjunjung psortifitas din”.
             Sambil makan,wajah dini memerah campur malu dan dia tidak berani menetap wajah denis.
   “Apa yang kamu lakukan itu adalah gambaran kalau kamu nggak percaya sama kekuatan tim kita dan itu berarti juga kalau kita kalah sebelum perang. Tim kita ini cukup hebat Din, semua orang  juga tahu.
Denis tersenyum pada Dini. “Aku yakin kalau kamu tahu tentang hal ini, tapi sekedar ngingetin aja,bahwa yang terpenting dalam pertandingan adalah perasaan dan usaha kita”. Kalau kita sudah merasa kita akan kalah nantinya  kita juga pasti kalah. Kamu itu hebat Din, kamu punya semangat dan  karakter yang khas dalam permainanmu. Jadi enggak ada alasan kalau kamu nglakuin hal selicik ini... ingat itu Din”.
“Hmmm... maaf ya Nis, aku emang salah seharusnya aku gak nglakuin ini, maaf yaa.. “kata Dini lirih. Lalu mereka berpelukan.
                                                            ****
Pertandingan sudah tiba. “Semuanya sudah siaaap kan???” seru Denis dengan bersemangat.
“Siaaap!” jawab anggota tim voly SMA Nusantara.
Hari ini merupakan hari pertandingan melawan SMA Harapan Bangsa. Pertandingan diadakan di lapangan bola voly di SMA Harapan Bangsa.
Tiba-tiba Rita datang dengan muka kebingungan.
“Din gawat!!!” seru Rita.
“Gawat kenapa??” tanya Dini.
Tadi Hani telephon, kalau dia gak ikut tanding, karena dia sakit, jadi tidak mungkin kan ikut tanding. “Gimana Din??”.
“Ya udah, gini aja, kita masukkan saja salah satu pemain cadangan kita, walau dia tidak begitu hebat dibanding Hanny, tapi... pemain cadangannya siapa ya...??” tanya Dini.
“Bagaimana kalau Titi??” tanya Rita.
“Titi..??” tapi ndia kan pemin cadangan yang baru masuk, lagian dia juga pemain posisinya di tengah, apa bisa dia kalau kita ubah posisi mainnya??” seru Dini.
“Yaaa... terus siapa lagi kalu bukan dia???” jawab salah satu anggota tim.
“Ya sudah kalau gitu, kita masukkan Titi di posisinya Hanny, moga aja kita  bisa berhasil melawan mereka walau ada suatu kendala” kata Denis.
“Kalau gitu, suruh Titi ganti baju!!” seru Dini.
Sambil menunggu Titi ganti baju dan pertandingan dimulai. Denis dan anggota tim lain duduk di dekat lapangan voly.
“Nis, apa kamu sudah siap??” tanya Rita.
“Aku sudah siap kok”, jawab Denis.
 “Kamu yakin Nis??”, aku takut terjadi apa-apa dengan kamu, kamu kan punya sakit asma yang setiap saat bisa kambuh, dan hari ini wajahmu tmpak pucat. “Apa kamu sakit??” tanya Rita dengan panik.
“Aku baik-baik  aja kok, aku gak sakit kok, malah hari ini aku semangat banget”, jawab Denis dengan meyakinkan.
Sepuluh menit kemudian pertandingan dimulai. Pertandingan kali ini sngat seru. Kedua tim sama-sama tangguh dan bertahan serta keduanya nampak lincah. Denis pun bermain dengan semangat dan tanpa beban. Awalnya, Rita dan anggota tim khawatir dengan kondisinya, tapi setelah pertandingan berlangsung, semua lupa dengan hal itu karena begitu semangatnya Denis.
Skor pertama pertandingan SMA Harapan Bangsa dan 19 untuk SMA Nusantara, di set ketiga skornya untuk SMA Harapan Bangsa dan 8 untuk SMA Nusantara.
Pelatih tim Voly SMA Nusntara meminta waktu istirahat. Lalu waktu itu digunakan untuk mengatur strategi.
“Nis, kamu gak apa-apa kan??”, tanya Dini dengan khawatir. Wajah Denis tampak sangat pucat.
“Aku gak apa-apa”, jangan khawatir”, jawab Denis dengan tersenyum. Waktu istirahat sudah habis dan pertndingan dilanjutkan lagi.
Dukungan dari penonton pun sngat ramai. Pertandingannya sangat seru dan semakin ketat. mengembalikan smash itu.
“Masih kuat Nis??”, tanya Rita.
“Masih kok”, jawab Denis dengan nafas yang berat. Tapi sebenarnya dia sudah tidak kuat karena kelelahan.
Skor terakhir adalah 24 dan 20, game point untuk SMA Nusantara. Denis pun berusaha penuh untuk mendapatkan 1 point, dan akhirnya setelah Denis melakukan lompatan dengan smash tajamnya akhirnya bola itu tidak bisa dikembalikan lagi oleh tim Harapan Bangsa dan tim SMA Nusantara memenangkan pertandingan itu.
“Kita berhasil Nis”, seru Dini sambil memeluk Denis. Tapi Denis tidak bereaksi apa-apa, karena dia pingsan. Semua anggota tim terpaku dan berrkaca-kaca. Tak lama kemudian tim medis datang dan membawa Denis ke rumah sakit.
Tangisan air mata membasahi pipi semua anggota tim voly SMA Nusantara, orangtua Denis dan semuanya yang mengenalnya. Sekarang dia sudah meninggalkan dunia ini, hanya nama dan kenangan yang takkan hilang. Denis Ardiana ,nama yang begitu banyak arti dalam kenangan bersama teman-temannya, dan yang lain. Banyak hal yang diajarkan ole Denis kepada teman-temannya. Bagi Bagi teman-temannya Denis adalah seorang gadis yang punya semangat tinggi, optimis, sahabat terbaik dan pemain voly yang handal yang pernah ada. Sekarang hanya ada satu puisi untuk Denis sebagai rasa sayang dan kehilangan, karena ditinggal sahabat seperti dia.
            Ku termenung menatap mentari  pagi
            Terlukis bayangan semu di balik angan kelabu
            Paparan kisah terukir dalam relung hati
            Rangkaian kisah berbaur dalam cerita kita
            Canda, tawa selalu menemani dalam kehangatan pagi
            Tapi……
            Semua itu telah hilang seketika
            Hari-hari begitu sepi tanpa kehadiranmu di sini
            Hanya jejak memori yang tersimpan dalam kedamaian
            Meski dia telah pergi,seorang sahabat tak kan pernah berlalu, Detik ini dan selamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ingin Menulis?

Bagi siswa-siswi MANTASA GREEN yang ingin menuangkan karya tulisnya, baik cerpen, tulisan ilmiah, dan coretan hati, bisa juga kritik dan saran bisa dikirim ke email: mantasagreen@gmail.com.

Komentar Perasaan