Karya Desy Lukitasari
Kelas XII IPA 1
MAN Tulungagung 1
Aku seorang yang lama banget mengenal arti sakit dan menderita dalam sebuah keluargaa. Suatu hari aku bertanya kepada ayahku.
“Yah, apa dalam hidup kita boleh inginkan sebuah cahaya kehidupan ”kemudian ayah ku mnjawab, ”nak hidup ini letih dan berat jadi siapapun berhak mendapatkannya.
Dan ingatlah tak mudah mendapatkan semua itu…
Hari ini hari pertamaku masuk sekolah setelah lama liburan semester, hari dimana temen-temen bisa berkumpul semua.
Saat itu putri, salah satu sahabatku menceritakan liburan dia bersama kakak tersayangnya. Dia kelihatan bahagia sekali.
Putri bertanya padaku ”Des, saat liburan kemarin kamu berlibur dengan siapa dan kemana?… ”aku terdiam sejenak memikirkan apa yang harus aku jawab”…
Kemudian aku menjawabnya ”iya Put aku berlibur dengan ayah dan ibu di rumah nenek. Dalam diam itu aku mersa sedih karena aku tidak bisa merasakan kasih sayang kakak tersayangku...
Apa daya aku yang tidak mampu mngungkapkan kekagumanku terhadap sosok seorang kakak…!!!
Yang tak prnah pulang demi sebuah cita-cita yang dia harapkan di negeri orang. Setelah 5 tahun aku tidak bertemu dengan kakak laki-laki ku yang bernama kak Rifki.
Aku inginkan juga kebahagiaan dan bisa merasakan pelukan seorang kakak, canda darinya dan belaian kasih sayangnya. Namun semenjak aku duduk di bangku SMA kelas 3 aku belum pernah mendengar tutur dan nasehat sorang kakak….
Tetapi di samping kesediahan itu, aku bangga mendapatkan sahabat-sahabat yang selalu mendukung apa yang aku lakukan dan selalu memberiku semangat..
Sempat terfikir olehku kalau masa remajku akan aku lalui bersama kakak ku… dan saat aku mulai mengenal indahnya tentang sebuah cinta kakaklah yang akan menjawab semua pertanyaanku yang nantinya aku akan pertanyakan.
Suatu hari saat aku pulang sekolah aku melihat seorang adik yang menyeberang jalan, dan tanpa dia sadari dia tidak melihat kendaraan yang hampir saja merenggut nywanya. Namun ada sesosok laki-laki yang menolongnya dan ternyata itu adalah kakak kandungnya yang kemudian ia memeluknya dengan erat (karena rasa kekawatiran sang kakak)…
Aku terdiam dan berfikir ”alangkah bahagia jika aku berada di posisi adik kecil itu yang mendapat perkindungan seorang kakak. Air mataku tak tersa jatuh…”
Aku pulang ke rumah, sesampai di rumah ayah dan ibuku kelihatan bahagia sekali… tetapi aku tidak tau apa yang mereka rasakan…
“ibuku bilang ”nak, apa kamu tahu kabar yang akan ibu katakan?”
Aku menjawab ”tidak bu memangnya ada apa, ?’ dengan wajah tegang aku menanti jawaban dari ibuku.
Kemudian ibuku menjawab ”kakakmu mengirimkan surat kalau dia akan pulang dalam 1 minggu ini”….
Aku memeluk ibuku, sambil mengucapkan rasa syukur yang begitu dalam…
Selama ini ayahku selalu mengajariku arti sebuah kehidupan dan ibuku yang mengajariku arti sebuah kesabaran…
Keesokan harinya aku pergi ke sekolah dengan wajah yang amat bahagia…
Seorang teman bertanya kepaku
”Des kok tumben banget kamu se ceria ini”
Iya aku bahagia banget, kamu harus tahu kakaku akan segera pulang… nanti kamu main ya kerumahku?
Lhhoooo,….benar yang kamu bilang kalau kakakmu akan pulang… iya? jawab aku.
Bel sekolah pun berbunyi aku segera pulang untuk membersihkan rumah bersama ayahku… dalam senyumku aku membayangakan keluargaku yang utuh saat berkumpul dan tertawa bahagia nanti… semua terasa berubah indah hanya dengan membayangkan kepulangan kakakku...
Apa aku sangka kalau tarnyta pesawat yang di tumpangi kakak jurusan jepang-surabaya jatuh di perairan laut lepas dan dikabarkan semua awak pesawat dan Penumpangya tidak bisa diselamatkan…
saat mendengar berita itu aku hanya terdiam dalam tangis yang teramat sakit. ”namun aku bertanya kepada Tuhan”?......
“apa memang engkau mentakdirkan aku untuk semua ini”?
Harapan keluargaku hilang begitu saja….
Semua sudah berlalu, semenjak kejadian itu aku tak mengenal arti dari penantian yang sebenarnya menyakitkan itu…
Semenjak kejadian itu aku mersa tubuhku ini lemah dan sakit… dan aku juga sudah lama sekali merasakan sakit kepala dan merasa pusing jika aku kecapek'an...... aku merasa penasaran dan akhirnya aku pergi utuk periksa… siapa yang sangka kalau ternyata aku menderita kanker otak stadium lanjut..
Aku takut kecewain ayah dan ibu dan aku tidak berani untuk menceritakannya. Semakin hari rasanya semakin sakit dan letih… mungkin karena aku pernah merasakan depresi berat karena kepergian kakakku, hingga suatu hari aku jatuh dan hanya bisa bebaring di tempat tidur…
Dengan sendirinya orang tuaku tahu penyakit yang aku derita…
Hanya mereka dan sahabat-sahabatku yang membuat aku bertahan sampai sekarang.
Sampai suatu hari aku putuskan untuk berobat… setelah beberapa bulan aku berobat dokter mendiaknosis aku terbebas dari penyakit itu… Tuhan telah memberikan kesempatan aku untuk sembuh dan sehat dari sakit...
Aku bahagia sekali… ternyata Tuhan gak sejahat yang aku fikirkan ia masih memberikan kebahagiaan aku meski hanya sepercik tetapi aku tetep bersyukur…
Dalam hidupku ini aku belajar akan ketegaran yang tak ternilai…
Semua yang aku fikirkan hidup ini ta berpihak padaku…
Semenjak hari itu aku membuka lembaran baru… dan aku lebih baik…karena aku berfikir selain hari ini masih ada hari esok….dan aku bangga keputusan yang diatas adalah yang terbaik…
Air mata yang aku rasakan di masa laluku adalah sumber kebahagiaanku sekarang,….
Dan kepergian kakakkulah jendela dimana aku harus selangkah lebih maju untuk masa depanku karena aku lah harapan kedua orang tuaku...
aku memulai hidup dengan canda dan tawa....
hidup ini tak mudah...
karena sesuatu yang kita inginkan
tak mudah kita dapatkan hanya dengan memejamkan mata... tetapi semua itu harus kita dapatkan dengan
pengorbanan dan berdoa.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar