Kata Pesan

SELAMAT DATANG DI DUNIA CERPEN KARYA SISWA MAN TULUNGAGUNG 1

Rabu, 07 Desember 2011

My Dream

Karya Faiz H2
XII IPA 2 MAN Tulungagung 1




Aku adalah siswa kelas 3 MAN Tulungagung 1. Aku mendapatkan Tugas Bahasa Indonesia, yaitu membuat cerpen. I’m confused. Tugas itu harus dikumpulkan sebelum tanggal 5 desember 2011. Sebenarnya, 2 minggu sebelum hari - H, aku harus mengumpulkannya, tapi aku belum mendapat ide. Minggu, 27 November 2011 aku bangun tidur, “ tak seperti biasanya hari ini dan kemarin “, kataku. Karena dari kemaren aku tidur lama sekali, sampai – sampai aku tak bisa belajar. Oh ya kembali lagi ke ide tadi, hari ini aku mendapat ide dari tidurku, aku bingung harus memulai dari mana, tapi aku akan berusaha memulainya. Perhatikan dengan cermat.
Suatu hari sekolah mengadakan acara, tapi dalam mimpiku aku tak bisa mengingat acara apa itu, yang aku ingat waktu itu kegiatannya berada alam bebas. Tiba – tiba, temanku laki – laki datang menghampiri. “ Sekarang kamu jadian dengannya ya ?”, katanya. Dalam kebingungan aku menjawab, “ Maksudnya ?”. Tanpa menjawab temanku laki – laki langsung pergi. Aku berfikir tengtang si dia yang dikatakan temanku tadi, apakah yang dimaksud si dia itu sama. Sebenarnya, dalam hidupku tak ingin berpacaran, tapi ternyata aku juga bisa merasakan. Hmmm, akhirnya aku memendam perasaan itu, karena aku tahu aku adalah aktivis, aku tak ingin dia cemburu ketika aku mendapat tugas bersama temanku yang lain atau adik – adikku.
Se... setelah itu temanku perempuan juga datang menghampiri, “ Sebenarnya dia juga suka sama kamu, tetapi mengapa kamu selalu menghindar darinya “, Katanya. Aku semakin bingung dan aku tak bisa menjawabnya, akhirnya temanku perempuan tadi pergi. Akhirnya, aku memutuskan untuk menghampiri si dia, tepat sekali waktu itu, yaitu acara makan – makan, kami berada di tepi sungai berdua. Aku bingung harus memulai dengan kata apa, akhirnya, aku pura – pura cuek. Tapi, dia yang mulai berkata, “ Kamu tahukan yang dibilang teman – teman ?”. Aku menjawab, “ Ya, Emangnya da apa ?”. Aku berusaha untuk cuek tapi, bibirku tak bisa diajak kompromi. Tak seperti biasanya semua anggota badanku tak bisa diajak kompromi. Aku merasa sudah seperti orang yang sedang berpacaran. Aku melihat si dia, sepertinya memberi kode kalau dia menerima aku ada dalam kehidupannya, kemudian dia bertanya kepadaku tentang tugas cerpen . “ Cerpenmu bercerita tentang apa ?”. katanya. Dalam benakku berfikir kalau dia menginginkan tema yang sama denganku. Aku bilang, “ Cerpenku bercerita tentang hal - hal yang penting dalam kehidupan “.
Setelah kegiatan sekolah itu selesai aku mengantarnya pulang. Di jalan aku bertanya – tanya tentangnya, tapi aku lupa apa yang aku tanyakan, dalam mimpiku aku hanya ingat kalau waktu itu aku dalam keadaan bingung – bingung setengah senang. setelah sampai di depan gang tempat ia mondok, kami berhenti, tanpa memberi kata – kata kepadaku dia langsung menghilang dariku. Ternyata, aku tengah dibangunkan ayahku, yah akhirnya, ceritanya terpotong begitu saja dalam mimpiku.
Sebenarnya aku ingin mimpiku jadi kenyataan, tapi ternyata itu adalah mimpi. Karena dalam mimpi itu aku berbohong tentang tema cerpenku. Dan dalam kehidupan nyata, ternyata mimpi itu yang kubuat tema cerpen.
Ternyata yang dibilang si dia adalah sama. Dia adalah teman se.... ku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ingin Menulis?

Bagi siswa-siswi MANTASA GREEN yang ingin menuangkan karya tulisnya, baik cerpen, tulisan ilmiah, dan coretan hati, bisa juga kritik dan saran bisa dikirim ke email: mantasagreen@gmail.com.

Komentar Perasaan