Karya Fajar Muktie W.
XII IPA 2 MAN Tulungagung 1
Kriiiing, kriiing, kriiing….
Alarm hapeku berbunyi membangunkan tidurku, waktu masih menunjukan pukul 04:30. Di dalam benakku aq berkata, “ah masih jam segini, tidur lagi bentar ah…” Lalu aku kembali memeluk gulingku, mungkin aku masih ngantuk gara-gara tadi malam tidurku larut banget karna liat film TRANSFORMERS.
Sesaat kemudian aku mendengar suara yang sudah tidak asing lagi di telingaku, “Dawn, banguuun.... sekolah po nggak? Udah jam enam lebih ne…” setelah itu aku terbangun, aku tahu itu suara mamaku. Setelah itu kepalaku menengok kearah jam dinding yang menempel di dinding kamarku, “astaghfirullahaladzim, oh God… aku kesiangan lagi”. aku segera beranjak dari tempat tidur dan berlari menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi aku langsung berpakaian sragam almamater sekolahku, akupun memepersiapkan semua buku-buku pelajaran hari ini sambil makan roti tawar keju cheedar kesukaanku, setelah selesai dengan semua itu akupun siap mengawali hariku dan berangkat ke sekolah walau rambutku masih acak-acakan karena aku terburu-buru.
Sesampainya disekolah ternyata gerbang sekolah udah di tutup, karna jam masuk sekolahku jam 06:45, sedangkan aku sampai disekolah jam 07:15. “aduh, mampus gue.. siap-siap kena hukuman neh”, pikirku dalam hati. Aku melihat pak satpam sudah berdiri di pos dekat gerbang, lalu aku berusaha membujuk satpam itu untuk memebukakan gerbang, “pak, pak… please deh, tolong bukain gerbangnya donk, saya tadi jauh-jauh dari rumah kesini hanya untuk menuntut ilmu, bukain donk gerbangnya!”. Lalu satpam pun menjawab, “wani piro???”. Lantas akupun menjawab, “lah halah pak, kok ya tega-teganya meras pelajar”. Dengan suara berbisik satpam itu berkata, “di dunia ini sekarang kagak ada yang gratis”, waduh mata duitan juga ne orang, akupun merogoh kocekku dan mengeluarkan selembar kertas merah bernominalkan Rp 10.000,- dan memberikannya kepada satpam bermata ijo itu. “nah.. begini baru beres” kata satpam itu. Lantas aku langsung berlari menuju kelasku.
Sesampainya di kelas ternyata guruku sudah masuk kelas, dengan pelan aku mengetuk sambil mengucapkan salam. “assalamualaikum..”. “walaikumsalam…”. Jawab semua teman-temanku dan guruku. Lantas guruku bertanya kepadaku, “nyapo le telat??”. “eem… anu pak, ban motor saya tadi bocor” jawabku. “ya sudah duduk sana dan buka pr’mu!” sahut guruku, “waduh aku lupa mengerjakan pr’ku, mampus dah gue”
Setelah aku duduk dibangkuku pak guru pun menghampiriku dan menanyakan pr’ku, “endi pr’e???”, lantas akupun menjawab, “anu pak.. saya belum mengerjakan!”. “ya udah nggak apa-apa, tapi tiap 1 soal kalikan 5 soal”. “oh God, mimpi apa semalem sampe sial banget gue hari ini.”. pikirku dalam hati. aku belum ngerjain soal 10 nomor berarti aku harus mengerjakan 50 soal, haaaaachh… sial banget aku hari ini, udah digerbang tadi dipalak satpam, sekarang di kelas dapet soal 50. Setelah itu pak guru mengumumkan hasil ulangan kemarin, “iki engko lek enek jawaban sing salah per nomer di ping ne 10 yooo…”. Kata guruku, dan setelah tahu hasil ujianku akupun kaget, dari 20 soal yang aku kerjain ternyata jawabanku cuman benar separuh, wadoooh… 10X10=100 ditambah 50 soal yang tadi jadinya 150 soal… aaaarrrcchhh sial banget hariku…
Teng, teng, teng... bel pulang sekolah pun berbunyi, aku segera beranjk dari bangku ku untuk pulang kerumah, aku pengen banget cepat-sampai rumah. Tetapi nasib buruk menimpaku lagi, di perempatan alun-alun kota ada razia kendaraan bermotor. Dan akupun berhenti, seorang polisi berbadan tegap menghampiriku dan bertanya, “mana SIMnya dek?, dan mohon dikeluarkan semua surat-suratnya!”. Lantas akupun membuka tasku, tetapi betapa kagetnya diriku, ternyata dompetku ketinggalan dirumah karna aku tergese-gesa tadi. Dan akhirnya aku kena tilang. Sungguh hari yang buruk. Setelah itu aku kapok tidur larut malam.
Itulah ceritaku, apa ceritamu?????
Tidak ada komentar:
Posting Komentar