Karya Asmaul G. A.
XII IPA 2 MAN Tulungagung 1
KRriiings…
Jam beker Vira berbunyi, refek tangannya meraih dan menekan tombol off. Sejenak matanya terpejam namun beberapa saat ia terlonjak dan melirik jam bekernya. Gubrak Vira kesiangan lagi “ini pasti gara - gara semalam begadang,nonton film sama kak Radit”, gumam Vira. Dengan sigap Vira lari kekamar mandi dan menyiram tubuhnya dengan air dingin. Sedetik kemudian Vira telah siap dengan pakaian seragamnya. Di ruang makan, Radit yang tak sabar menunggu adiknya itu tengah ngomel - ngomel sendiri, udah mirip burung beo peliharaannya.
15 menit kemudian Vira telah sampai disekolahnya. Untunglah hari ini dia tidak telambat, kalau sampai terlambat tak terbayang hukuman apa yang akan ia dapatkan.
BRraKkz…
“Aauuu…”, teriak Vira yang jatuh terpeleset kulit pisang didepan kelasnya.
“Wha…ha…ha…ha…”, tawa teman - teman sekelas Vira.
“Vira…”, teriak Vaya sembari membantu Vira bangun.
“Aduh… sakit siapa sich yang buang kulit pisang sembarangan?”, tanya Vira.
“Very tuh vir”, kata Siska yang masih menahan tawanya.
“Dasar monyet buang kulit pisang tuh ditempat sampah, jangan buang sembarangan dong”, tegur Vira.
“Bodoh suka suka gue dong mau buang kemana, dasar nenek lampir mangkanya liat - liat dong kalau jalan”.
“Ih… dasar monyet, monyet dari mana sich loe sampai nyasar kesini?”,
“Dari jembatan ngujang”.
“Oh…pantes kalau gitu”.
“Pantes apa?”
“Udah - udah Vir jangan ditanggapin lagi nanti tambah panjang, nangepin cowok kayak gitu tidak akan ada habisnya”, lerai Vaya.
Vira menuruti nasihat Vaya dan segera duduk pada kursinya karena bel masuk akan segera berbunyi sesaat kemudian.
. . .
Teng…teng…teng…
Bel tanda masuk berbunyi anak - anak berhambur masuk kelas masing - masing. Jam pertama dikelas vira yaitu pelajaran kimia . Pak Lukman selaku guru kimia pun masuk.
“Selamat pagi anak - anak”, sapa Pak Lukman.
“Selamat pagi pak”,
“Kok tumben tidak membawa tas pak?” tanya Siska.
“Oh iya lupa tas bapak tertinggal dikantor”.
“Biar saya ambilkan pak?” tawar Siska.
“Tidak terimakasih biar bapak saja yang ambil, kalian keluarkan buku kalian masing - masing”, kata Pak Lukman.
“Tidak apa - apa ya bapak tinggal sebentar”.
“Tidak apa - apa kok pak, lama juga tida apa - apa”, celetuk salah seorang siswa.
“Tidak kembali juga tidak apa – apa kok Pak”, timpal salah seorang siswa.
Beberapa menit kemudian Pak Lukman telah kembali dengan membawa tas yang biasanya beliau bawa.
“Baiklah anak - anak untuk mempersingkat waktu langsung saja ya kita mulai pelajarannya”, kata pak lukman seakan tak ingin kehilangan waktunya lebih lama lagi.
“Baik pak”.
“Sampaimana kemarin pelajarannya?” Tanya Pak Lukman.
“Presentasi pak”.
“Baik, sekarang siapa yang mau presentasi dulu?” Tanya Pak Lukman, tapi yang ditanya satupun tidak ada yang menyahut.
“Ayo siapa yang mau maju?”.
“Kelompoknya Vira pak mau maju”.
“Sotoy loe monkey, kelompok loe aja sana duluan”.
“Ye… elo aja sana gue kan cuma ngusulin”, kataVery.
“Kelompok elo aja yang diusulin jangan kelompok orang lain”.
“Ya sudah daripada rebut bapak saja yang memilih bagaimana?” pinta Pak Lukman.
“Baik pak”.
“Kelompoknya Vira silakan presentasi dulu”.
“Tapi pak kok kelompok kami dulu sih”, rengek Vira.
“Sudah tidak ada tapi – tapian, ayo silahkan maju”, kata Pak Lukman.
“Mampus loe”, kata Very.
“Veri setelah ini kelompok kamu”.
“Tapi pak”.
“Tidak ada tapi – tapian”, kata Pak Lukman.
“Rasain, kena batunya juga kamu”, gumam Vira.
Akhirnya Vira cs pun maju dengan hati yang mendidih 100o C.
“Ass… teman – teman mari kita awali presentasi pada pagi hari ini dengan bacaan basmalah”, buka Vira.
“ha…ha…ha…!!!! Teman – teman coba lihat ternyata trend mode saat ini pakek sepatu beda kanan dan kiri ya, ha… ha… ha…mimpi apa sih loe semalem pakai sepatu beda sebelah”, ha…ha…ha… tawa Very dan teman – teman rebut, sontak wajah vira merah menyala udah kayak bara api yang sudah siap buat baker sate…te…sate…sate…
“Dasar monkey ngujang sialan”, gumam Vira.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar