Kata Pesan

SELAMAT DATANG DI DUNIA CERPEN KARYA SISWA MAN TULUNGAGUNG 1

Senin, 05 Desember 2011

PERSAHABATAN YANG RAPUH

Karya Atik Tantri
XII IPA 2 MAN Tulungagung 1


Di suatu malam yang sepi dan bulan yang memancarkan cahayanya aku dan kedua temanku belajar bersama di sebuah rumah sederhana. Di saat belajar salah satu temanku membunyikan lagu-lagu favorit dari hpnya agar suasana dalam belajar tidak begitu membosankan. Temanku yang satunya pun curhat tentang masalah yang dihadapinya. Temanku itu tidak lain bernama  Linda dan Dewi.
Hari-hari mereka lalui dengan akrab dan penuh kebahagiaan. Tiba suatu hari Linda mengungkapkan idenya.
“eh, gimana kalau kita buat nama untuk persahabatan kita?”
“setuju sekali…..!!!!!” sahutku.
“tapi apa nama yang bagus buat kita bertiga????” Tanya Dewi.
Akupun diam sejenak dan berfikir nama apa yang bagus untuk kami. Akupun menemukan nama itu,
“bagaimana kalau ‘pica’????” usulku.
Akupun tahu apa yang sedang mereka pikirkan, mereka ingin tahu dari mana nama itu bisa jadi.
Lalu aku menjelaskan apa itu pica. Bahwa nama itu aku ambil dari nama bintang kami bertiga. Dimana p adalah pisces bintang dari Linda, I adalah libra dari bintangku sendiri dan ca adalah capricon dari Dewi.
Merekapun setuju akan nama yang telah aku buat. Lalu Dewi mengusulkan jika salah satu dari kami ulang tahun, kami bersama-sama merayakan, wlaupun sekedar ngumpul bareng. Aku dan Linda sangat senang dan setuju akan pendapat Dewi.
Tepat tanggal 24 september hari ulang tahunku, merekapun mengucapkan selamat kepadaku, tak lupa mereka juga memberikan hadiah kepadaku. Aku senang sekali dapat mempunyai sahabat seperti mereka.
Ketika kami sudah memberi hadiah satu sama lain. Aku sudah  member hadiah satu sama yang lain. Aku merasa kalau pica girl tak ada artinya lagi. Apabila saat-saat ini aku akrab dengan temannya. Saking asyiknya, Linda pun tak menyapa aku saat ku lewat dihadapannya. Aku sangat tersinggung dan kecewa dengan dia.
Disuatu malam seperti biasa aku membunyikan radioku yang kecil dikamarku. Disela-sela itu aku berfikir kenapa Linda kelihatan marah kepadaku. Dan aku pun menyimpulkan, mungkin dia tidak suka dengan sikap aku yang lebay terhadap pujaan hatinya.
Akhirnya aku berniat untuk membuat dia bahagia dan tidak sedih seperti saat ini. Akupun merencanakan sesuatu yang dia tidak tahu apa maksud rencanaku.
Sesudah rencana itu aku lakukan, aku sangat menyesal, karena teman Linda tersebut tahu apa yang terjadi dan dia membeberkan ke Linda kalau dalang semua ini adalah aku. Tiba-tiba……
“ Aku nggak ngerti maksud kamu nglakuin ini semua ke aku, betapa malunya diriku saat ku mendengar rencana busuk kamu itu. Jujur apa maksud kamu ?” tegas Linda.
“ Aku bener-bener nggak ngerti apa yang kamu katakan aku nggak merencanakan apapun untuk kamu” kataku berbohong.
“ Halah puru-pura nggak tahu, maling ngaku penjara penuh kaleeeeek !!!” ucap Linda sambil meninggalkan aku yang sedang gelisah.
Linda meninggalkan aku yang masih bediri didepan rumah karena dia tak ingin ada pertengkaran yang hebat diantara kami.                                                                                                                                                     
Akupun sabar dalam menghadapi ejekan Linda karena aku telah sadar bahwa apa yang aku perbuat adalah salah. Aku tak dapat apa yang aku inginkan. Malahan apa yang tidak aku harapkan harus terjadi. Aku dan Linda harus bertengkar karena suatu hal.
Dengan masalahku dengan Linda yang seperti itu, aku tak berani menceritakan kepada Dewi maupun Yulia. Aku takut kalau mereka malah mengolok-olok aku. Lagian untuk sekarang ini Dewi dan Yulia tak seakrab denganku seperti hari-hari kemarin. Aku tak mengerti apa yang harus ku lakukan agar aku dan Linda bisa baikan lagi.
Tak pernah ku sangka Dewipun tahu akan masalahku dengan Linda. Bahkan dia tahu terlebih dahulu kalau Linda telah membenciku. Diapun menyuruhku untuk meminta maaf ke Linda dan tidak akan pernah mengganggunya lagi.
“Aku tak ingin kalau pica harus bubar Wi ? aku ingin kita tetap bersama-sama meski tidak setiap hari seperti dulu” ucapku.
“Aku juga ngerti itu, tapi aku yakin ini yang terbaik buat kita. Mungkin dengan cara seperti ini diantara kita bertiga tidak ada pertengkaran lagi” jelas Dewi.
“Mudah-mudahan cara yang kita ambil ini yang terbaik buat kita”
“Amiien” ucap Dewi.
Akhirnya akupun meminta maaf pada Linda dan berjanji tidak akan ikut campur masalahnya lagi. Diapun dengan lapang dada mau memaafkan aku. Dan kami bertiga sepakat untuk mengakhiri pica sampai disini.
Kamipun berpisah dan aku ingin ini semua akan menjadi perpisahan termanis bagi kami semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ingin Menulis?

Bagi siswa-siswi MANTASA GREEN yang ingin menuangkan karya tulisnya, baik cerpen, tulisan ilmiah, dan coretan hati, bisa juga kritik dan saran bisa dikirim ke email: mantasagreen@gmail.com.

Komentar Perasaan