Karya Niken Tr.
XII IPA 2 MAN Tulungagung 1
Rini adalah seorang anak yang terlahir di tengah-tengah keluarga yang bahagia. Ayah nya seorang guru dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Apapun yang rini inginkan pasti akan tercapai. Suatu hari rini yang waktu itu berumur 13 tahun iri kepada teman nya karena temannya mempunyai handphone baru yang sangat bagus dan canggih. Sehingga rini pun meminta kepada ayahnya untuk membelikan handphone yang sama seperti temanya itu.’’ Yah…. Kemarin teman rini membeli handphone baru, rini juga ingin punya handphone seperti itu yah? Belikan ya yah?’’. Ayahnya sangat memanjakan nya. Buktinya keesokan harinya rini langsung di belikan hanphone baru. Rini yang mengetahui di belikan hanphone merasa sangat senang . Mungkin waktu itu benda tersebut sudah termasuk barang mewah bagi rini, rini memang anak yang beruntung hidup di tengah-tengah keluarga yang serba kecukupan.namun begitu sang ibu yang mempunyai sifat keras itu tidak setuju dan melarang ayahnya untuk terlalu memanjakan rini. Karena hal itu membuat rini lemah.’’ Ayah sebaiknya jangan terlalu memanjakan rini, takut nya dia akan susah untuk menjadi seorang yang mandiri’’. Mendengar itu ayahnya langsung menjawab kata-kata ibu rini tadi.’’ Sudah lah bu… rini itu anak perempuan kita satu-satunya jadi wajar ayah ini sedikit memanjakannya’’.
Rini memang anak perempuan satu-satunya dari tiga bersaudara 2 kakak nya adalah laki-laki dan kakak nya sudah tidak tinggal bersama rini lagi, karena mereka sudah bekerja. Jadi tidak heran jika rini menjadi anak kesayangan dari ayahnya. Pada suatu hari musibah dating seperti biasa rini bersekolah saat rini sedang mendengarkan cerita dari gurunya tiba-tiba dari pintu ada yang mengetuk. Semua murid menoleh kea rah pintu termasuk rini nampaknya rini sudah taka sing lagi dengan wajah ibu itu yang berdiri di dekat pintu kelas rini benar saja ternyata itu adalah tetangga rini yang ingin mencari rini, karena ada kabar yang harus di sampaikan untuk rini. Secara perlahan dan dengan wajah lemas ibu yang kira-kira berumur 30 tahunan ini berkata kepada guru dengan nada rendah dan sangat pelan sampai aku tak mendengarkan tetanggaku ini. Sekejab wajah pak guru yang tadinya sangat gembira langsung berubah menjadi sedih dan berkaca-kaca. Mendengar berita tersebut sang guru langsung memperbolehkan rini unruk pulang. ‘’ rin kamu boleh pulang sekarang karena tetangga mu udah menjemputmu’’. Dengan wajah bingung dang penuh Tanya rini pun segera memasukkan alat-alat tulis nya dan langsung menenteng tas nya menuju pintu keluar. Sebenarnya di jalan rini masih tidak tau kenapa dia di suruh pulang lebih cepat dari biasanya. Terlebih lagi selama perjalanan tak sepatah katapun keluar dari mulut ibu itu tadi. Rini yang sangat itu penuh tanda Tanya kenapa dia pulang lebih cepat dari biasanya, semakin bingung ketika ibu tadi memandang rini dengan wajah yang sangat lesu. Sebenarnya dalam hati rini bertanya-tanya.’’ Kenapa tetanggaku ini memandangku dengan wajah seperti itu?’’. Namun rini tidak sempat mengucap kalimat itu karena dia masih bingung dan memang ia adalah seorang yang tak banyak bicara sesampainya di dekat rumah terlihat orang-orang banyak berkumpul di sana. Rini semakin penasaran,bingung dan semakin gundah. ‘’ sebenarnya ada apa ini, kenapa di depan rumah ku banyak orang?’’. Namun semakin dengan gerbang rumah akhirnya semua pertanyaan yang ada selama perjalanan tadi terjawab sudah hati rini hancur. Ia tak kuasa membendung ke sedihannya bendera kuning terpasang di ddepan rumah nya. Rini tau itu bendera kematian meski belum tau siapa yang meninggal, dengan mengucurkan air mata,rinipun berlari kearah kakaknya dan langsung memeluk kakaknya.dengan air mata yang masih berlinang rini menatap kakaknya sambil berkata.”siapa kak yang meninggal?kenapa didepan rumah kita terpasang bendera itu kak?”. Kakaknya yang juga merasa sedih menjelaskan kepada rini,dengan mata berkaca-kaca kakaknya mencoba menjelaskan apa yang terjadi kepada rini.”rin sudah kamu jangan sedih,semua ini memang harus terjadi,ayah harus meninggalkan kita,kita harus iklas dan tabah menghadapi ini semua”. Kata-kataini membuat rini semakin sedih sehingga karena terlalu sedih,Rinipun tak kuat mendengar kata-kata kakaknya tadi,ia langsung jatuh pingsan. Setelah beberapa saat,akirnya ia sadar dan melihat saudara ayahnya memeluknya dengan kasihan.Rini masih saja menangis,air mata tidak sanggup berhenti mengalir,seakan-akan merasa bahwa ini adalah akir dari segala-galanya.memang selama ini ayahnyalah yang sangat memanjakan dan memberikannya apapun yang diinginkan Rini.jaadi tak heran jika rini sangat terpukul dengan kejadian ini.ibunya tiba-tiba dating dengan wajah lesu,dan ia langsung memeluk rini.rini yang tadinya menangis dipangkuan pamannya,kini berada dalam pelukan ibunya.sambil menahan tangis walaupun sebenarnya ia masih menangis,rini bertanya kepada ibunya.”kenapa ayah meninggalkan rini bu?kenapa?apa ayah sudah tidak saying dengan rini?”. Mendengar itu ibunya yang tadinya hanya berkaca-kaca kini tak mampu menahan air matanya.merekapun merenungi semua yang telah terjadi ini.jam dirumah rini menunjukan tepat pukul 11.00.semua orang menunggu kedatangan jenazah ayah rini,karena memang ayahnya meninggal dirumah sakit ,karena penyakit jantung.ibu rini yang saat itu masih merasa sedih,meninggalkan rini karena memang dirumahnya sedang sibuk.rini yang ditinggal diteras,masih saja menangis.kini ia ditemani oleh temanya yang rumahnya dekat dengannya.dari kecil mereka memang sudah berteman akrab.banyak hal yang sudah terjadi.melihat rini yang terus-menerus menangis temannya pun mencoba untuk menenangkanya.”sudah rin,ini sudah jalan yang diatas kita tak tahu apa yang terjadi nanti atau besok.ini sudah kehendaknya,kamu tidak mau bukan,ayahmu sedih melihatmu seperti ini?ini semua ada hikmahnya”.
Rini yang dari tadi menangis terus-terusan akirnya perlahan-lahan ia mengurangi suara tangisanya.sambil menahan haru,rini berjalan kekamar untuk mengganti baju.karena baju seragam yang ia pakai basah akibat air mata.tidak lama kemudian rini mendengar suara sirine,langsung saja rini bergegas keluar dari kamarnya.ia langsung melihat kearah halaman rumahnya.ternyata itu suara ambulan yang membawa jenazah ayahnya.seketika saja ia berlari menuju ambulan tersebut,sambil menangis lagi.perlahan-lahan petugas rumah sakit mengeluarkan peti yang berada didalam ambulan.rini dan ibunya terus menangis dan memanggil-manggil ayahnya.”ayah…ayah…ayah…kenapa kau tega meninggalkanku yah…”.peti dibawa kedalam rumah.pihak keluarga diperbolehkan melihat wajah ayah rini untuk terakir kalinya.ibunya memegangi seluruh anggota tubuh suaminya.sambil menangis ia menciumi pipi dan kening suaminya.rini juga begitu,ia menciumi ayahnya seakan-akan tak diperbolehkan pergi untuk selamanya.setelah semua anggota keluarga melihat ayah rini untuk terakir kalinya,petipun ditutup untuk disholati.kemudian jenazah dibawa ke tempat peristirahatan terakir.semua anggota keluarga termasuk rini ikut mengantarkan jenazah ayahnya.tangis rini yang tadinya agak mereda,kini kembali pecah melihat ayahnya yang dibalut kain kafan harus dikebumikan.ia mendekati jenazah ayahnya dan terus menangis sambil berteriak.”ayah…jangan tinggalkan rini yah…ayah bangun.. .”melihat hal itu kakaknya langsung memeluk dan membawanya kepinggir.sesaat kemudian jenazahnya sudah terttutupi tanah.hal yang membuatnya jatuh dalam kehidupanya,kehilangan sesosok ayah yang selalu membuatnya bahagia.kini rini hidup tanpa kasih sayang seorang ayah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar