Kata Pesan

SELAMAT DATANG DI DUNIA CERPEN KARYA SISWA MAN TULUNGAGUNG 1

Jumat, 09 Desember 2011

Kamulah yang Dicari

Karya Muhtar
XII IPA 2 MAN Tulungagung 1





Sulis kesal bukan main. Namanya tidak terdaftar sebagai calon pemeran drama di perpisahan nanti. Padahal dia sangat mendambakan untuk bisa tampil dalam drama itu. Kekesalan itu dilampaskan pada Tiara dan menuding ketua panitia itu sebagai biangnya. Namun akhirnya dia menyesal, karena tudingan itu salah sasaran. Ingin minta maaf, tapi Tiara mengacuhkannya. Inilah inti cerita dari Drama Kamu Memang Berbakat. Drama ini berdurasi singkat, hanya 10 menit dan dimainkan oleh tiga orang cewek dan dua orang cowok. Berikut ringkasan ceritanya.
Menyesal itu memang tidak enak. Itu dirasakan Sulis, cewek bertubuh subur yang gemar main drama ini. Apalagi yang dituding itu Tiara, teman akrab sekaligus ketua panitia perpisahan. Makanya dia tidak bisa diam. Sambil memegang sekantong Chiki dan sebotol air minum, dia minta bantuan Sarah. Karena teman akrabnya itu terus menyalahkannya, secara tak sadar Sulis memasukan semua Chiki hingga mulutnya menggembung dan menyedot air minum. Kemudian melemparkan bungkus Chiki dan botol minuman itu sembarangan. Celaka botol minuman itu mengenai Ardi, cowok yang terkenal garang. Tak urung Sulis kena cemoohan. Beruntung tangan Ardi tidak melayang ke muka.
Karena kasihan, akhirnya Sarah memenuhi permintaan itu dan memintanya untuk menunggu. Berbarengan itu Johan lewat dan mencibirnya. Awas kalau kamu ganggu aku lagi, ancam Johan. Sedih sekali Sulis mendengar kata-kata itu. Namun kesedihan itu segera pulih, karena Sarah muncul, diikuti Tiara. Sulis langsung memburu Tiara dan minta maaf. Namun Tiara tidak begitu saja memberinya. Bahkan ketua panitia itu mengancam akan mengeluarkan dari anggota drama. Sulis tak keberatan dengan ancaman itu, asalkan dia masih diakui sebagai teman akrab.
Akhirnya Tiara mau memaafkan, asalkan Sulis mau merayu Johan hingga terbuka hatinya.
Sungguh berat syarat itu. Bulan lalu, Sulis juga pernah menyatakan cintanya, tapi Johan menolak mentah-mentah. Dia baru sadar kalau dirinya dikerjain teman-temannya. Kini dia harus merayu Johan. Sudah pasti cowok yang tergolong playboy letoy ini akan menolaknya. Ketir juga Sulis membayangkannya. Namun apa daya, itu permintaan Tiara dan dia tidak mau didepak dari persahabatan yang selama ini terjalin, Sulis harus melakukannya. Dengan meminjam kata bunga dan kumbang, bulan dan bintang serta ombak laut yang tak pernah henti menerpa pantai, rayuanpun meluncur bagai angin kencang, tak ada koma, tak ada titik. Yang penting rayuan. Jadikan aku yang kelima, kata akhirnya.           
Johan yang lagi duduk dengan ceweknya berang bukan main. Sumpah tujuh turunan, sumpah disambar gledek, aku enggak cinta kamu, hardik Johan. Mandi dulu di tujuh sumur dengan kembang tujuh rupa, dan puasa setahun hingga kamu kurus baru aku cinta kamu, sambung Johan. Tak hanya Johan, cewek itu juga turuk memaki Sulis berikut ancamannya. Sakit hati bukan main mendengarnya. Air matapun menetes. Namun rasa sakit segera hilang. Tiara yang tak henti memperhatikan segera memeluk Sulis dengan erat sambil tak henti menghibur, Sarah juga. Kamu memang berbakat, kata Tiara. Pemeran seperti kamulah yang dicari. (Usni Arie)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ingin Menulis?

Bagi siswa-siswi MANTASA GREEN yang ingin menuangkan karya tulisnya, baik cerpen, tulisan ilmiah, dan coretan hati, bisa juga kritik dan saran bisa dikirim ke email: mantasagreen@gmail.com.

Komentar Perasaan