Kata Pesan

SELAMAT DATANG DI DUNIA CERPEN KARYA SISWA MAN TULUNGAGUNG 1

Senin, 12 Desember 2011

R a s a

Karya Susanti
XII IPA 2 MAN Tulungagung 1



“ kring…. Kring.. kriiiiiiiiiing”
“I’m Comming….” Teriak dengan nada setengah lucu tapi pasti. Itu pasti bunyi bel sepeda Sita. Iya, itu memang sudah menjadi kode awal dimulainya hariku pagi ini.
Buru – buru aku hampiri Ayah dan Ibuku yang sedang berada di dapur.
“ Pak, Buk aku berangkat ya,Assalamu’alaikum” sambil kucium tangan Ayah dan Ibuku.
“ Walaikumsalam’ jawaban yang aku dengar samara – samara karena aku tekah meninggalkan posisiku. Ku tenteng tas hitamku, sekilas ku lihat gambarku dikaca sudah mirip kura – kura ninja saja diriku. Ku kayuh sepedah mini merahku dan meluncur bersama Sita sahabatku untuk pergi kesekolah. Iya, Sita memang adalah sahabat terbaikku, dia selalu setia menjemputku untuk bersama – sama  pergi ke sekolah.
“ kali ini apalagi hukuman untuk kita ?” kata Sita.
“ haaah, aku rasa lari – lari adalah yang paling tepat” kataku santai.
Iya, kami memang ratunya terlambat, hamper setiap hari, walau hanya 10 – 15 menit saja. Tapi bagi kami tiada hari tanpa terlambat untuk dating ke sekolah, Dihukum?? Sudah menjadi tradisi bagi kami.

####
“ permisi Bu…..?”suaraku terlihat begitu menyedihkan. Kulakukan sambil mengetuk pintu kelasku. Ibu Rianti… Guru Bahasa, Jawa sekaligus wali kelasku telah begitu hafal pada kami. Sejenak beliau menolong kami yang masih ngos – ngosan didepan pintu kelas, sambil memasang muka heran dengan sedikit menggeleng – gelengkan kepala.
“ Ayo masuk dan segera duduk “
“ terimakasih Bu…” Kupaksa bibir untuk tersenyum.
“ satu bangku kompak amat ya…..” terdengar suara Adit di pojok bangku kelas.

####

“ Teng….Teng… Teng….”
“ Da… yuk ke kantin ra….”  Suara Sita terdengar begitu semangat.
“ Enggak Aahhhh….. Males…!!” jawabku sambil terus mengamati beberapa siswa laki – laki bermain basket. Kelasku memang sangat strategis, dekat dengan kantin, ruang guru, TU, BK, dan lapangan basket tentunya. Kalau menghadap ketimur disitu ada lapangan basket.
“Hmmm….. pantes aja males kekantin, ada si do’i ceritanya…”
“Awassss Satria !!!” suaraku menghentikan sementara keriuhan di dalam kelas dan permainan dilapangan. Ledekan lirih terdengar diantara suara riuh di kelas, membuat beberapa kali harus mendelikan mata.
“ Anjrit……………!!!!!!!!!! Dia dengar !” aku panik, mukaku merah, aku memundurkan tubuhku, lalu bersembunyi di balik badan Sita agar tidak terlihat.
“Aduh, gimana nih ? Satria masih melihat kearah sini nggak…?” bisiku kepada Sita.

####
Persiapan menjelang ujian akhir sepertinya benar – benar menyita waktunya, dan sebentar lagi masa – masa aku melihatnya bermain basket ditengah gerimis akan usai, lalu apa yang akan ku lakukan jika tidak dapat melihat dia lagi disekolah ini…?

####

“Teng… Teng… Teng “ bel tanda pulang sudah berbunyi. Aku memandang keluar jendela, langit tampak mendung, titik – titik gerimis mulai turun.
“ Gerimis Ra….”
“ Iya… Ini kesukaanku…”telah kunaikan bahuku dan ku nikmati suara favoritku ini. Betapa kali terdengar suara,
“ Rara duluan ya….”
“ Ok..” jawabku dengan selalu memasang senyum.
“ Ra, aku ke toilet dulu ya….? Udah kebelet nie…..”
“ He’emhh… iya , cepet balik ya…” kataku sambil manyun.
Didalam kelas terlihat masih ada beberapa temanku yang sedang asyik mengobrol, tentang idola mereka dari salah satu kata – kata yang tertangkap telingaku. Kakiku melangkah menuju pintu, aku merasa ingin lebih dekat dengan gerimis siang ini.

Aku lihat bola basket terlontar kepinggir lapangan, entah apa yang aku fikirkan, tiba – tiba saja aku berlari dan aku ambil bola itu, lalu men – drible dan aku mencoba men shut kedalam keranjang. Tak pernah kusangka sekali shuting langsung berhasil masuk keranjang.
“Yes… yes… yes..” aku kegirangan, tanpa sadar ada beberapa teman dan guru memperhatikanku … “Deeegh” jantungku. Terlihat seseorang tengah berdiri di depanku dengan membawa bolaku, lalu memainkanya. Kami pun larut dalam permainan.
“ Kenapa kau suka gerimis…?”
“ Entahlah, dank au ? kenapa kau menyukai basket…?”
“ Entahlah “
Obrolan ringan dan bermain basket dengannya begitu sempurna, aku janji, hari ini tidak akan pernah ku lupakan.

####
Aku tersenyum pada sosok yang melewati jendela kelas, dia  melambaikan tangan dengan sedikit canggung tapi pasti seolah member isyarat, “ hay….” Aku membalas dengan lamabaian kecil dari tanganku. Sita yang melihatku sontak, “ cieeeee” sambil sedikit menyenggol lenganku. Diantara bahagia,malu dan bingung semua campur aduk.


####

Hari ini tiba saat perpisahan kelas XII. Aku datang, karena aku mengisi salah satu acaranya. Tapi bukan itu alasan satu – satunya aku datang, ada hal lain.
“Bara…” itu suara situ
“Hai..”
“ kau tampil mempesona Ra….” Sita memjamkan mata kanannya “ ting”
Elu Sit…, aku bicara tanpa memandang Sita, aku sedang mencari – cari keberadaannya, tapi tak juga kutemui keberadaan dia.
“Eh Ra sebentar ya.., aku mabil tas dulu diAudit, habis itu kita pulang nanti.
“Mmmm” aku mengangguk berat.
Aku duduk dikusi panjang kosong di bawah pohon berngin ang rindang di halaman sekolah, suasana terlihat sepi, suara hatiku menunduk lemas, tiba – tiba .
“ Ngapain masih disini…?
Deeegggh “ Kakak..”
Dia duduk disisiku, tanpa mamandangku dan terus memandang lurus kedepan. Aku tetap memandangnya.
“ Jadi melanjutkan kemana kak.., jadi kesurabaya …?”
Entah apa yang terjadi, tiba – tiba air mata menetes. Tangan satria yang lembut merangkulku dari arah samping. Aku menangis haru didadanya, kami masih duduk dan hanyut terbawa suasana.
“Ra… biarlah kisah kita terjadi disekolah ini saja, aku nggak akan lupa karena telah mengenalmu. Percayalah”
“Kak, aku…. Sebenarnya aku….”
“husssst…” potong satria

####
Aku biarkan cinta pertamaku terpendam jauh dilubuk hatiku yang paling dalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ingin Menulis?

Bagi siswa-siswi MANTASA GREEN yang ingin menuangkan karya tulisnya, baik cerpen, tulisan ilmiah, dan coretan hati, bisa juga kritik dan saran bisa dikirim ke email: mantasagreen@gmail.com.

Komentar Perasaan