Kata Pesan

SELAMAT DATANG DI DUNIA CERPEN KARYA SISWA MAN TULUNGAGUNG 1

Rabu, 14 Desember 2011

Puisi-puisi Btara J. Kawi

Selepas Gelombang
Di manakah kamu, misteri yang suntuk
Di kecipak samudra? Aku telah larut dan karam
Pada epos gelombang saat dunia berkata:
Tidak, Wrekudara!
Lara bayi yang menahun terkungkung,
Sebab tak ada lagi yang purba
Terkecuali nurani gagal yang bertanya
Di teriakan ombak,
Antara kecipak ikan ikan torani
Ruci yang abadi katakanlah satu,
Lalu selesailah
Desa Bajing, 2010

Kembara
Mengurai senyawa yang bersitegang
Lemas yang menyerbu mulai tampak
Dan nalar jadi nujum akan istirah
Lembayung padam tertelan maghrib
Percikan air wudhu mengeras dari surau seberang
Mataku nanar menguliti kauniyah
Sementara bumi tenggelam dalam euforia
Laraku yang ku tinggal ketika muadzin menamparkan firman
Simpan dan jagalah untuk suatu saat kuambil
Dan tersenyumlah untuk luka yang terbakar
Pada rubaiyat doa doa
Kroya,  2010

Perang Suluh
Ia mahfum, pada halaman yang kehilangan jarak,
Jitapsara luruh di penggalan lanjut. Epik yang
Ditulis dan perpisahan yang mustahil ditampik
Cerita nasib, karma, dan ketunaan yang sia sia

Kepak sayap lalat bangkai menghamburkan pasir
Satu aksara tertulis di satu lontar garing, terkikir
: Satu pesan untuk waktu yang tak mungkin disebutkan
Malam mengetuk. Kasidan jati.
: Kematian yang diterima.
Yogya,  2011

Altar
Angin menandukkan  gigil pada tegalan garing
Ku lihat jingga darah pada angkasa
Wajahmu mengudara seperti suara berita
Yang berkoar koar di pusaran angkasa
Pernah tertelungkup derita pada altar ini
Kau menyanjungkan dahaga asmara seakan
Ada sesuatu yang merdeka di antara kita
Dan wajahmu menusukkan jeruji kemuskilan
Pelan desah dalam rangkak, rindu menikamkan insomnia
Di malam malam buta dengan lengkungan penuh
Satu lengkung menyeret paruku. Seperti lalu,
Pada retak senyummu
Kroya,  2011

Mata Mata Mu
Detik perpindahan waktu yang tiba di pangkuanmu
Mengulang kelugasan. Luka luka yang  terbekati
Di satu sisi. Dan semua arah parau sigap tuk melempar
Bulan menyajungkan sauh di dermaga angkasa
Aphrodite, lengkungan itukah yang tertumbuk
Pada kedipanku sementara dingin pecah memerangi
Aliran darahku?
Kembang kembang telah lapuk di halaman
Dan Dewi Sri tidur di atas ornamen kesendirian
Tataplah retina, dan ikatlah lentera
Semua akan menghijau lalu menguning
Dan, kita tak pernah purna
Yogya,  2011

Beranda Perpustakaan
Mega mega bertabrakan di atas genting. Hujan segera turun
Menit itu, di selingan kepakan burung, aku tak mampu lagi
mengurutkan resau detik. Atau bahkan membunyikan detak

Lalu pagi jadi lelap. Seperti sungai itu, tempat dimana kita memecah kata,
mengalirkan darah, meski tak pernah ada muara. Takdir takkan datang, kataku Lalu angin meraung raung di lingkaran pinggangmu
Akulah sungai itu, kau menyahut
Lalu setiap rintik jadi pemantik kata
Yogya,  2011

Jejak Pasir
Aku kembali pada terik, tepat,
Dengan kelonggaran yang Tuhan ciptakan
Permenunganku adalah batu tempat kau meneropong
Angin merindik membawa wangi sesaji
Ranumnya menarikku pada pusaran rindu
Di belenggu titian ufuk
Rembulan adalah hantu gulita pengubur senja
Padanya, jejakku karam di tepian mercusuar
Karang karang menjadi lontar untuk manuskrip tak purna,
Pasir pasir berkejaran menangkapi serpihan takdir
Aku kehilanganmu dalam rupa yang tak lagi ku hapal
Sanggupkah kau titipkan bibirmu untuk sebuah
Monumen kata yang kan ku pahat pada epigram
Yang tak lagi mengekal pada huruf dan roman sunyi?
Yogya,  2011

#Btara J. Kawi, lahir di Cilacap 19 April 1990. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah, Universitas Negeri Yogyakarta. Karya-karyanya berupa puisi dan geguritan termuat di antologi Kasih: Tanah, Air, Udara (Hasfa Publisher 2010), dan Pasewakan: Antologi Geguritan Konggres Sastra Jawa III.


Jodhi Yudono | Selasa, 13 Desember 2011 | 12:05 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ingin Menulis?

Bagi siswa-siswi MANTASA GREEN yang ingin menuangkan karya tulisnya, baik cerpen, tulisan ilmiah, dan coretan hati, bisa juga kritik dan saran bisa dikirim ke email: mantasagreen@gmail.com.

Komentar Perasaan