Kata Pesan

SELAMAT DATANG DI DUNIA CERPEN KARYA SISWA MAN TULUNGAGUNG 1

Rabu, 07 Desember 2011

Pertama

Karya Irfan M.
XII IPA 2 MAN Tulungagung 1
         

‘’Brakk…Brak…., wes jam 6, ra butuh subuhan’’ kata emakku seolah memecah mimpi indah
 Yang tengah kuukir. Kulirik jam dinding ‘’Aduuh…’’teriakku alangkah terkejutnya jarum panjang telah menunjukkan pukul 06.10 tanpa pikir panjang aku langsung bergegas ke kamar mandi sambil sesekali terdengar suara Ibu ngomel-ngomel  sambil menyiapkan sarapan. Sebenarnya tidak terlalu mengherankan jika bangunku kesiangan, semalam seusai mengerjakan soal Fisika yang kesulitannya seperti tiada berujung, mataku menjadi saksi saat pertahanan Inter dibombardir  Barca  hingga adzan subuh berkumandang riang.

Setelah mandi, aku langsung sarapan dan mengambil sepeda. Betapa terkejutnya saat mengetahui ban sepedaku kempes. Setelah kuuisi udara dan kunaiki menuju sekolah. Belum sampai di halaman sekolah nasib sial kembali menimpaku, banku bocor dan dengan berat hati aku letakkan sepedaku dibengkel tidak jauh dari tempat sepedaku bocor. Dengan terpaksa aku ke sekolah dengan berjalan kaki.

Sesampai di sekolah hal yang sempat terlintas  dipikirankupun  terjadi, aku terlambat sekitar 10 menit. Banyak hal yang ku sesali, selain ini kali pertama aku terlambat, ini juga membuat aku sedikit merasa panik terhadap hukuman dari guru piket, tapi untunglah, kali ini aku beruntung guru killer yang biasanya berjaga di halaman, pada pagi itu tidak terlihat batang hidungnya. oleh guru penjaga aku hanya disuruh lari10 kali keliling lapangan.

Tapi, sepertinya kesialanku benar-benar tak berujung pada hari itu, aku baru saja teringat bahwa pagi itu waktunya jam pelajaran Fisika,’’Waduuh…’’ucapku lirih agak panik. Bagaimana tidak was-was PR 50 yang diberikan kemarin hanya sukses kukerjakan sekitar 15 soal saja, itupun sudah mati-matian dalam berfikir Itu semakin bertambah parah jika aku ingat temanku yang diusir keluar kelas gara-gara terlambat. ‘’Sudah terlambat tidak mengerjakan PR pasti habis dimarahi aku’’gerutuku dalam hati.

Sambil berjalan menuju kelas hatiku terus berharap agar tidak mendapat hukuman. Sesampai didepan kelas hatiku kaget bercampur senang, guru yang ku takutkan ternyata berhalangan hadir dan hanya menitipkan tugas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ingin Menulis?

Bagi siswa-siswi MANTASA GREEN yang ingin menuangkan karya tulisnya, baik cerpen, tulisan ilmiah, dan coretan hati, bisa juga kritik dan saran bisa dikirim ke email: mantasagreen@gmail.com.

Komentar Perasaan