Kata Pesan

SELAMAT DATANG DI DUNIA CERPEN KARYA SISWA MAN TULUNGAGUNG 1

Rabu, 07 Desember 2011

Perpisahan yang Indah

Karya Ika M. J.
XII IPA 2 MAN Tulungagung 1


Hari yang di tungu tungu akir nya datang juga yaitu hari kenaikan kelas tiga  SMP. Setiap kenaikan kelas maka penentuannya diacak, dan pada kelas sudah ditentukan, semua siswa memasuki kelasnya masing- masing.

1 kelas ada 40 anak, setelah aku memasuki kelas ternyata dari 40 anak itu tidak ada satu pun yang ku kenal, rasa malu, canggung dan minder jadi satu kesatuan. Tapi tidak ku sangka ada anak yang mau kenal dengan aku, dan ramah banget, namanya Yusuf, dan dia satu bangku dengan ku.
  
Teng… teng… teng…..
Bel berbunyi tand istirahat, karna belum ada satu pun anak di kelas yang aku kenal. jadi aku gak berani keluar kelas. Kebetulan ada tugas matemetika, jadi aku menggerjakan tugas itu sendirian di kelas, tapi tanpa ku sadari ada Yusuf yang sudah siap untuk ngerjain ku. Lem di tangan nya dah siap untuk nempel di jilbab ku.
‘’Aduhhhh’’
‘’ha ha ha ha…..’’ rasain tuw… mang enak….’’
‘’ awas yaa ku bales kamu  ….’’’
Akirnya ku ma Yusuf kejar kejaran ‘tapi kita belum saling kenal’setelah itu kami saling kenalan.
“ Eh nama kamu siapa anak rese’…??? Kata ku
“Yusuf kamu….?????”
Aku Heni, kamu kelas apa ??
“VIIIF kamu VIIIb ya…????
“ koq tau kita koq….”
Dasar sombong….
“Sedikit aja kan gak apa apa ta…??? He he he he….

Bel masuk sudah berbunyi, semua murit duduk dengan rapi, guru pun memasuki kelas dengan acuhnya.(sambil lirih )” waduhh,,,, koq serem banget tuu gurunya ….’’
‘’iya lah itu Bu Nur … guru matematika kamu baru tau ya….????
‘’ hehe iya karena aku belum pernah diajar oleh guru ini’’
‘’Eh ya nama kamu siapa …. Kenalin aku Yana..??
Nama ku Heni…seneng rasanya kenal kamu
“Ah biasa aja kamu itu he he he …’’
Yan.. kamu dari kelas apa ….???
Kalau aku kelas VIIIB ‘’ Iya Hen kamu 1 kelas dong sama yusuf’’??
Iya Yan… tadi istrahat aku kenalan sama dia…. He he he he he….

“KAMU !!!! HENI DAN YANA !!! 
Ini waktunya pelajaran bukan waktunya ngobroL!!!! NGRETI,,,!!!!
Bentak ibu Nur pada kami. Maafin kami bu... “
‘’Gurunya lucu sekali yaa.. he he he …
‘’Iya sich..’’

Satu bulan telah berlalu aku akhirnya bisa mulai beradaptasi denga kelas, guru, pelajaran baruku, teman 1 kelas mulai aku kenal persahabatan dengan Yana mudah terjalin dengan akrab sangat baik.
Aku dan Yana pergi kekantin sekolah untuk makan soto kesukanku dan tiba-tiba Yusuf muncul diantara kami.

“Hei … boleh duduk disini?? Maaf ya kalau aku menggangu kalian’’
“Gak papa koq Suf kalau ganggu mendingan gak usa disini dech..’’
“ Lagi ngobrolin apa nich kog asyik sekali ??
“ Biasa lach ibu ibu rumah tangga …  he he he
“ya gak lah ya ngomongin masalah pelajaran  aja koq “
Yang tadi ya
“Waduh GR nya anak ini hehehehe…

Semester satu sudah berlalu, jadwal baru, mulai terbentuk.

Struktur tempat duduk pun mulai dibentuk, peubahan tempat duduk ini menggakibatkan pertemanan ku mulai renggang. Sekarang aku sudah tidak satu bangku lagi dengan Yusuf. Sekarang aku duduk dengan Robi, yang tadinya setiap pulang sekolah selalu barengan sama sama Yusuf, tapi sekarang udah gak lagi yang tadinya ke kantin bareng bareng sudah tidak lagi. bahkan sudah tidak mau memandangku, apalagi menyapa aku. Awalnya aku binggung kenapa koq berubah, apa aku punya salah, apa aku egois, pemarah??? Semua itu jadi tanda tanya besar dipikiranku, lalu aku curhat sama Yana, apa yang aku harus lakukan???
“Yan… kog Yusuf berubah ma aku emang aku unya salah apa ma dia???
Memang aku terlalu egois apa? Kog dia sampai marah ma aku?”
“Heni … kamu belum tau yang sebenarnya ???
Yusuf itu suka sama kamu… makanya dia berubah sikapnya saat kamu duduk sama Robi….”
Masak sich, berarti dia cemburu, tapi kenapa sampai seperti itu ?? memandang ku saja dia tidak mau.
“karena semenjak kamu duduk sama Robi, kamu jadi cuwek ama dia …’’

TRY OUT kurang 1 minggu lagi hati udah gak tenang, pikiran kemana mana kondisi kurang fit, itu menjadi masalah besar bagi ku, banyak ulangan banyak tugas banyak masalah juga, jadi pusing dehh. Teman teman 1 kelas buat acara yaitu acara maaf maafan  karena sebentar lagi mau ujian nasional, untung ada acara ini aku bisa minta maaf sama Yusuf dan meenjelaskan semua nya.

Rencana ku gagal total karena Yusuf tidak masuk sekolah karena sakit.
Suara tanggisan terdengar di kelas, mereka menangis karena takut berpisah sama sahabat sahabat mereka, karena sebentar lagi mau ujian dan otomatis mereka akan berpisah dan menempuh hidupnya masing masing.

Apa lagi aku merasa sangat sedih karena aku sudah tidak bisa lagi bertemu  teman teman ku lagi.
Karena aku bersama oang tua ku mau disekolahkan di Jawa. Jadi jauh dari teman teman ku.
Ujian nasional benar benar datang rasa cemas takut dan khawatir, bimbang, binggung jadi satu.
Apalagi ada yang bilang kalau ujian nasional susah nakutin serem tambah jadi kuatir hati ini.
Tapi semua bisa ku lalui dengan mudah dan tidak seperti yang aku bayangkan. Ruang kelas yang menakutkan, guru pengawas yang galak, polisi yang garang, soal yang menjebak bisa aku lalui dangan mudah, Alhamdulilah ……..

 “Heni ngapain kamu pindah ke pulau Jawa??”
“Yana sebenarnya aku gak mau, tetapi orang tua ku memang harus pindah kejawa, aku tidak akan pernah lupain kamu. Kamu adalah sahabatku yang paling baik dan menggerti aku.

Hari penggumuman kelulusan sudah tiba, amplop putih yang berisikan surat keterangan lulus dan tidak lulus bagaikan bom yang siap meledak, sampai ada temen ku yang pingsan gara gara surat putih itu, karena sanking takutnya dan aku buka pelan pelan amplop itu lihat disitu tertulis kata LULUS rasa nya hilang semua rasa cemas binggung dan khawatir.. ALHAMDULILAH…..




Pada pukul 07.00
                                    
Kala aku ingin bertemu
Kau jauh pergi entah kemana
Rasa yang ingin aku ungkap
Telah hilang.........
Bersama dabu yang tersapu kegelisahan


 Tepat pukul 08.00 kau datang menghampiri ku.
Kau minta maaf atas semua sikap mu pada ku, dan katakan kata yang terpendam.

‘’ Hen … aku ingin ngomong sama kamu ,..
‘’ Apa Yusuf ?”
“Maaf sebelum nya kalau kata kata ku ini membuat kamu kaget…’’


Iya gak apa apa kok … mang kamu mau ngomong apa???”
“ Em……”
“Aku itu sebenarnya suka sama kamu ….’’
“ Kenapa kamu tidak bilang dari dulu….. Suf??”
“Aku takut Hen…. Kalau kamu gak nganggep aku .
“ Kok kamu bisa bilang gitu Suf….??”
“Karena aku lihat kamu ma Robi deket banget… aku cemburu Hen…??”
‘’ Aku tau itu … aku tau kalau kamu cemburu ma aku…. Aku juga tau kalau suka sama aku Suf, tapi aku gak mungkin kan bilang perasaan mu.”
 “Kenapa Hen??”
“Aku merasa gak pantes ma kamu … aku merasa kalau aku lemah gak sempurna kayak kamu … aku….’’
“ Huuuuuussssss…. Stop jangan diterusin  lagi”
‘’kenapa???’’
“Karena aku anggap kamu yang sempurna … kamu yang terbaik untuk ku.
“Aku ingnin  kamu selalu ada disamping selalu nemen ku Hen…’’
“……….” (diam)
“Koq kamu diam Hen ….”
‘’Kenapa … kamu gak suka ma aku Hen …”

“Terus kenapa ???”
“Kamu tau ka aku sebentar lagi mau ke Jawa …. Aku nerusin sekolah di sana ,Suf…”
Aku juga suka ama kamu sejak pertama kamu kasih lem takol di pipi ku, aku merasa kamu perhatian ma aku …. Tapi aku gak bisa kalau semua ini dah takdir ku…”
“ Jadi kamu mau tinggal ku disini Hen…”
“Gak Suf hati kan sealu menemani kamu disini walau aku udah di Jawa tapi cinta ku tetap berada di sini  bersama mu….”
“Tapi kalau kita gak ketemu lagi gimana Hen???’’
‘’Moga aja kita ketemu lagi ya Suf…. Nanti jam 16.00 aku mau berangkat ke Jawa Suf  Aku pingen kamu datang … untuk pertemuan  terakir kita “
“aku pasti datang ….”(lalu pergi)

“ Hen aku masih gak percaya kamu pergi ..’’
“Ya aku harus gimana…??”
“Sabar Hen .. aku sebagai sahabat mu aku mnggerti gimana perasaan mu”
Jam dinding telah menunjukan waktunya pukul 16.00 pun tiba, tapi Yusuf belum kelihaan juga.
cemas kawatir, kalau kamu gak datang .

‘’ Hen …. Ayo berangkat …(kata ibu ku)’’
“Heni sahabat ku aku akan selalu ingat kamu sampai kapan pun’’.
“Iya Yan … iya kamu best friend …. Jangan lupain aku ya Yan…
Mobil yang akan membawaku menuju terminal melaju dengan kencangnya, seakan tak mau menunggu seorang  yang telahku nanti. Aku kira kau tidak datang datang ternyata kamu datang.

Tetapi hanya memandang aku tanpa kata tanpa senyuman, hanya air mata yang menghiasi perpisahan kita.
Satu hal yang sesali, kenapa kau  tidak mau menggugkapkan semua ini dari dulu, mungkin tak sepedih ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ingin Menulis?

Bagi siswa-siswi MANTASA GREEN yang ingin menuangkan karya tulisnya, baik cerpen, tulisan ilmiah, dan coretan hati, bisa juga kritik dan saran bisa dikirim ke email: mantasagreen@gmail.com.

Komentar Perasaan