Kata Pesan

SELAMAT DATANG DI DUNIA CERPEN KARYA SISWA MAN TULUNGAGUNG 1

Senin, 05 Desember 2011

PERJALANANKU

Karya Edi Suroso
XII IPA 2 MAN Tulungagung 1


              Disuatu hari , tepatnya 28 Desember 2009 kami melakukan Study Tour yang diadakan oleh SMPN 2 KARANGREJO . Sungguh perasaanku dan teman teman berdebar-debar karena aku dan teman teman belum pernah pergi ke Yogyakarta. Sebelum berangkat, kami melakukan doa bersama dan pengarahan pada saat study tour nanti .“ya Allah berikan kslmatan bagi kita semua sanpai tujuan nanti ya Allah,amin”,doaku didalam hati.

             Saat yang ditunggu-tunggu pun tiba, aku dan teman-temanku ditempatkan pada bus nomor 3 dan disertai dengan bus nomor 1 dan 2. Inilah perjalanan pertamaku bersama teman-teman , tanpa orang tua. Tetapi, teman-temanku merasa senang dengan keadaan ini. “Jangan terlalu dipikirkan ki, cuman sehari semalam haha”, kata Deni salah seorang sahabatku. Yah, aku hanya bisa tertawa melihat dia berkata seperti itu. Tak terasa waktu cepat berjalan, dinginya malam menyertai perjalanan kami menuju Yogyakarta pada saat itu. Tetapi itu tidak menghalang kami untuk tetap melakukan perjalanan, didalam bis yang kami naiki kami bisa bernyanyi dan bercanda. Tetapi, ada juga yang tidur pulas dan melakukan kegiatannya sendiri.

            Perjalanan dari Tulungagung menuju Yogyakarta memerlukan waktu kurang lebih 7jam an. Walaupun perjalanan kami dilaksanakan malam hari tapi kami senang. Setelah beberapa jam,tengah malampun tiba. Aku merasa ngantuk,begitu juga dengan semua penumpang bus yang aku tumpangi. Sudah banyak teman teman ku yang tertidur sangat pulas,ada juga yang sampek ngorok. Tetapi ada juga yang belum tidur,masih mebdenarkan musik lah,radio. Aku sudah merasa sangat ngantuk. Dan memaksaku uyntuk tidur.Zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz

           Setelah beberapa jam perjalanan dan kami semua tertidur pulas,kami semua terbangun karena kami sudah sampai di Yokyakarta.Kami tiba di YOGYAKARTA pukul 04.30. Kami pertama tiba di rumah makan dan musola kecil. Kita semua langsung turun bergegas mandi dan melaksanakan shalat. Setelah beberapa saat kami makan pagi di rumah makan itu. “Makan makan,sudah lapar ini,huuuuuh”,kataku. Setelah kita semua makan,semua bersiap siap masuk ke dalam bus dan melanjutkan perjalanan. “Yogyakarta, I’m coming”, kata teman-temanku. Itulah ekspresi mereka saat kami melanjutkan perjalanan ke kota Yogyakarta. Aku hanya diam dan mendengarkan musik yang dikeluarkan oleh mp3 punyaku. Malioboro dan candi Borobudur, itulah incaran kami di Yogyakarta. Hanya kedua tempat itu yang mungkin bisa membuat kami puas dan menghilangkan rasa penasaran dan ingintau kami selama ini. Akhirnya, dengan perjalanan sekitar satu jam kami sampai di candi Borobudur, tempat dari salah satu keajaiban dunia. Tetapi, sebelum kami masuk kami diberi pengarahan dulu oleh guru guru kami.

             Dan waktunya masuk ke dalam area candi pun tiba, kami bermain sesuka hati kami dengan dibimbing guru tentunya. Banyak turis turis yang datang hanya untuk melihat keindahan dan kemegahan candi Borobudur. Kamipun tidak menyia nyiakan kesempatan itu untuk foto foto dengan turis turis yang berada di sekitar candi. Kemudian kita semua pun naik sampai ke candi yang terbesar yang berada di paling atas. Kata orang orang sich kalau tangan kita dimasukkan kedalam candi dan bisa menyentuh patung yang didalam katanya keinginan kita bisa terwujud. Aku pun penasaran dan mencobanya. Tapi sayang tanganku tidan bisa menyehtuh patung yang berada didalam. Teman temanku pun ikut mencobanya dan tidak ada yang berhasil menyentuhnya. Kami pun putus asa dan tidak melakukannya lagi. Kemudian kita semua foto foto dengan gaya masing masing. Ada yang jongkok lah,yang loncat lah,yang senyum,dan banyak lagi. Kami sangat senang sekali,rasanya rasa penasaran kami terobati ketika sudah berada di lokasi candi Borobudur. Setelah kira kira 2 jam di candi Borobudur kami pun turun dan kembali ke bus. Dalam perjalanan kembali ke bus banyak pedagang yang berjualan aneka sofenir,seperti :kalung,gelang,cincin,hiasan dinding,dan masih banyak lagi. Dan ada juga yang berjualan aneka pakaian batik khas Yogyakarta dan tas tas batik yang unik unik. Disitu juga ada yang menawarkan pedang.
             Kita pun tiba di bus dan langsung bergegas masuk dan melanjutkan perjalanan. Diperjalanan kami bergembira ria sambil menyanyi nyanyi. Ditengah tengah kegembiraan kita tiba tiba seorang temanku mengalami mabuk darat. Huhhhh,aku kasian melihatnya.Setelah beberapa waktu perjalanan yang menyenangkan akhirnya kami tiba di kerato Yogyakarta. “Alhamdulillah sampai juga di keraton”,kata teman temanku.
              Setibanya di keraton Yogyakarta kami langsung turun dan berjalan masuk ke keraton yang megah dan bersejarh itu. Setibanya di dalam keraton saya terkejut dan kagum dengan keindahan keraton. “Waaaaaaaauuuuuu kerennnn”,kata ku. Keraton Yogyakarta banyak menyimpan sejarah tentang kehidupan keraton zaman dahulu. Ketika saya dan semua teman teman dan guru masuk kami keliling untuk melihat sebagian dari isi keraton. Kami pun tidak lupa untuk foto foto denan bangunan keraton dan barang barang kuno yang ada di dalamnya. Setelah kira kira 1 jam di dalam keraton kami pun keluar dari keraton. Di sekitar jalan masuk keraton banyak yang menjual sofenir sofenir. Saya dan teman teman pun berhenti dan melihatnya. Tetapi saya tidak hanya melihat,saya juga membeli sofenir kalung,gelang untuk adik saya yang dirumah.
              Setelah membeli sofenir kami pun kembali ke bus dan langsung menuju ke rumah makan. “Akhirnya makan juga,huuuuuuffft”,kata reza salah satu teman ku. Saya pun bergegas antri untuk mengambil makanan. Setelah makan kita semua langsung shalat di masjid dekat rumah makan tersebut. Wau,memang sejuk suasana di Yogyakarta dibanding di Tulungagung. Tapi saya tetap bangga menjadi anak Tulungagung.
            Waktu makan dan shalat pun sudah selesai dan kami langsung menuju ke bus untuk melanjutkan ke Malioboro. Ini tidak akan saya sia siakan untuk membeli baju batik dan aneka ragam baju lainnya. Ini memang pengalaman pertama ku. Pengalaman yang tidak akan aku lupakan. Tiga jam di Malioboro pun sudah berlalu. Dan kamio bersiap untuk perjalanan pulang.
Diperjalanan pulang saya dan teman teman di bus membicarakan tentang kota Yogyakarta.

              Yogyakarta, kota dimana ketradisionalan tetap masih ada, masih utuh dan tidak berubah sedikitpun. “za, kok Yogyakarta depannya memakai D.I. ya ? itu Daerah Istimewa kan?”,tanyaku ke reza “iya dy, soalnya Yogyakarta ini daerahnya masih tetap ada ketradisionalnya dan natural. Bukan seperti kota-kota lain, sudah dicampur dengan kemodernan sekarang”,jawab reza. Dan satu lagi, ternyata makanan di Yogyakarta rasanya manis semua, tidak ada yang rasa pedas seperti hainya di Tulungagung. Aku heran , ternyata Tulungagung sama Yogyakarta sangat berbeda. Di Yogyakarta, polusi diutamakan. Tidak terlalu banyak kendaraan yang digunakan seperti halnya motor dan mobil , tetapi kebanyakan delman dan becak yang digunakan disana, Sungguh menakjubkan. Dan di kota Yogyakarta lah, aku bisa mengerti bagaimana rasanya hidup tanpa orang tua. Kurang tidur, itu biasa. Tetapi kekurangan uang, itu tidak biasa.

                Akhirnya,waktu terakhirku di Yogyakarta. Sesungguhnya aku tidak ingin cepat-cepat meninggalkan Yogyakarta, karena kota tersebut memang sangat indah dan natural. Tetapi yah itulah aturan dari perjalanan kami, tepat malam hari kami meninggalkan Yogyakarta. Dan keesokan harinya, kami semua sampai di kota Tulungagung  dengan selamat. Perjalanan kali ini memang sungguh melelahkan, tetapi dengan adanya teman-teman semua itu tidak ada artinya.

INI KISAHKU APA KISAHMU ???????????????????

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ingin Menulis?

Bagi siswa-siswi MANTASA GREEN yang ingin menuangkan karya tulisnya, baik cerpen, tulisan ilmiah, dan coretan hati, bisa juga kritik dan saran bisa dikirim ke email: mantasagreen@gmail.com.

Komentar Perasaan