Karya Dina H2
XII IPA 2 MAN Tulungagung 1
Dia adalah Seseorang yang sangat aku sayangi dan aku cintai, seseorang yang selalu memendam permasalahan sendiri, selalu tampak tegar ditengah kerapuhannya. Selalu tersenyum ditengah kemarahannya, hal itu yang membuat aku sayang padanya, tetapi dia juga yang membuat aku terhanyut dalam ke sedihan ini.
Dia bernama fahri, aku bertemu dengannya pada saat awal masuk sekolah tingkat SMP, dia anak yang baik dan humoris, makanya gak heran dalam waktu singkat kami bisa berteman akrab, teman-temanku mengira kami berpacaran. Terfikir olehku apa benar yang mereka katakan. Tapi aku menepisnya, aku gak mau memikirkan hal itu, karena aku pernah bertekad untuk tidak pacaran sampai aku selesai sekolah dan aku berusaha menjaga itu.
Waktu terus berlalu, aku juga tak mengerti kapan rasa itu datang dan hinggap di hati ini, berawal saat kami bermain bersama di studio musik, saat itu kami begitu dekat,tapi tiba-tiba sebuah pernyataan dari seorang teman memberitauku bahwa sahabatku sendiri punya rasa padanya,aku terperanjat sejenak, tapi cepat-cepat kusembunyikan rasa itu, aku pura-pura tidak mengetahuinya.
Setelah mendengar semua itu aku lebih banyak diam begitu juga dengannya, dia marah karena aku terlalu menyuekkan dia, tapi bukan itu yang kupikirkan, aku memikirkan diriku, ada apa denganku, aku hanya temannya, mengapa aku cemburu dan sakit hati kalau dia di sayangi sahabatku sendiri, mengapa tidak terpikirkan olehku,kalau orang semanis dia pasti ada yang menyayangi selain aku, dasar bego!. Aku tersenyum sendiri dikamar, mencoba untuk ceria, menganggap hal ini biasa dan pasti bisa kuatasi, aku bertekad pada diriku untuk menjadi teman yang baik, selalu ada disisinya saat suka dan duka.Semangat teriakku pagi itu.
Namun perasaan itu muncul kembali saat kami berbicara, disitu aku mencurahkan semua isi hati yang selama ini di pendam sahabatku,tapi aku melihat diwajahnya bukan keceriaan, belum pernah aku melihat dia seperti itu, aku hanya diam melihat semua itu,aku tak bisa lagi berkata apa-apa..
Setelah kejadian itu dia lebih diam pada ku, aku semakin mengerti bagaimana dirinya, makin memahami apa yang diinginkannya, harapanku suatu hari dia memiliki seseorang yang benar-benar mengerti dirinya dan sayang padanya, walau hati ini hancur setiap kali mengingatnya. Akan tetapi yang tak ku mengerti, kerap kali dia mengatakan satu hal yang membangkitkan kembali perasaanku, bahwa dia tak ingin menjadi kekasih sahabatku.aku bingung, tapi aku juga gak punya nyali untuk bertanya kepadanya bagaimana perasaan dia terhadapku.
Sampai pada puncaknya aku tak kuat membendung perasaanku sendiri, aku mengatakan padanya kalau aku sayang padanya dan aku tau perasaan ini gak boleh terbina, aku hanya sekedar mengeluarkan uneg-uneg yang ada dalam hatiku, terserah dia menganggap apa yang penting hatiku lega, aku tidak akan membahas masalah ini lagi, karena aku berjanji akan selalu menjadi teman dan sahabat yang baik buatnya
Namun rasa sayang dan cinta sudah bersemi dalam hatiku, tak mudah untuk menepisnya, walau aku sudah berusaha, ternyata benar kata pepatah cinta itu datang tiba-tiba walau kita tidak menginginkannya, tapi setelah kita tau mengapa terasa sakit jadinya.Entah mengapa, setelah kejadian itu dia makin dekat padaku, aku gak pernah tau apa maksudnya karena dia tak pernah mengatakannya padaku, yang aku tau dia memberikan perhatian lebih dari biasanya, seakan-akan menjawab semua pertanyaan tanpa harus diungkapkan, aku gak peduli aku hanya ingin menjalani apa yang aku jalani sekarang, tidak mau berfikir yang muluk-muluk tentang masa depan, apa yang terjadi antara aku dan dia biarlah berjalan seperti sekarang ini, tanpa kata-kata tapi saling mengerti dan memahami maksud satu dengan yang lain, walau entah sampai kapan hal ini akan berlanjut, aku pun tak tau. Tapi biarlah kisah ini berjalan seiring dengan waktu yang kami pun tak pernah tau akhir dari semua ini, tapi aku tetap berharap semoga dia selalu bahagia dalam hidupnya dan jangan pernah dia merasa tersakiti oleh siapa pun. Karena meskipun dia hanya temanku tapi dia sangat aku sayangi,jadi aku gak akan relakan dia merasa sedih karna orang lain.
Sekarang dia dan aku sudah gak satu sekolah, aku pun tidak bisa tau apa yang dia lakukan. Tapi meskipun demikian perasaan ini gak akan hilang, meskipun pertemuan dan pembicaraan kita hanya lewat dunia maya atau pun telepon, tapi meskipun demikian aku sudah senang,tak ingin aku memutuskan komunikasi dengannya,
Sebernarnya aku ingin bertemu dan saling bercerita apa yang dulu pernah kita lakukan,tapi hanya harapan yang ada di angan-angan,karna kita saling sibuk dengan kegiatan masing-masing.huUft…semoga yang lalu akan terulang kembali.AmiN
&yF@ ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar