Kata Pesan

SELAMAT DATANG DI DUNIA CERPEN KARYA SISWA MAN TULUNGAGUNG 1

Jumat, 09 Desember 2011

Saat Indahnya Persahabatan

Karya Muh. Iqbal Lahdhie
XII IPA 2 MAN Tulungagung 1





Saat itu, rencana mulai bergulir. Setelah pulang sekolah rencana itu akan di jalankan. Setelah jam ke-8 terdengar pengumuman untuk membersihkan ruang kelas karena keesokan harinya akan di pakai ulangan. Begitu juga guru yang pada saat itu mengajarpun tidak begitu niat untuk mengajar kami siswanya. Bahkan belum usai jam pelajaran itu, guru yang sering kami sebut dengan nama “b.mis” itu beranjak dari kelas kami. Kami pun dengan senang jati menerimanya. Setelah guru – guru di kelas sebelah mengikuti aku pun langsung menyalakan music yang di salurkan ke salon milik sekolah dengan volume yang bias di katakan sangat keras.
Aku pun memimpin teman – teman di kelas untuk membersihkan kelas, agar pulang untuk kelas kita cepat selesai.  Awalnya cuaca sangat mendukung, namun tidak lama kemudian cuaca berubah 360o, namun belum parah 100%.
             Ting – ting – ting bel sekolah pun berbunyi tanda untuk siswa meninggalkan sekolah atau dalam bahasa lain mulehhh… . Aku sadar jam mulai menunjukkan jam 13.00 dan aku belum melakukan ibadah rutin kepada Allah. S.W.T yaitu sholat dhuhur, aku dan tarom pun bergegas untuk segera pergi ke masjid yang biasanya di pakai oleh sekolahan berjamaah bersama – sama, namun saat itu terlihat sepi karena ada kegiatan pulang lebih awal.
            Memang ada beberapa temanku yang saat itu aku ajak namun ia menolaknya. Waktu untuk rencana di jalankan, cuaca yang sangat tidak mendukung sangat tidak mendukung.
Awalnya aku dan Hisyam berniat memilih menunggangi sepeda onthel dari pada naik motor berboncengan, dikarenakan cuaca yang tidak mendukung dan agar cepat untuk sampai di tempat tujuan, aku memilih untuk berboncengan dengan Ma’e. berbeda dengan Hisyam yang tetap melanjutkan perjalanan dengan kendaraan yang di tumpanginya dari rumah itu.
Setelah berbincang – bincang lama akhirnya keputusan untuk berangkat sudah bulat. Lagi – lagi ada masalah yang menganggu. 
Aku, Ma’e, Wati, Andi, Lia, Anugrah, dan Hisyam sudah bulat niat untuk kesana. Setiba di parkiran sepeda kami kejenggreng  menunggu hujan reda, tapi sayangnya hujan tak mau reda juga. Tekat kami untuk kesana sudah bulat alias nekat, beberapa kali terganggu dengan acara masing – masing anak.
            Saat di perjalanan kami bertujuh sempat terpencar, Andi dan Hisyam berangkat dahulu namun mereka pun terpencar lagi. Aku saat itu masih menunggu Anugrah yang sedang mengisi air minum untuk sepeda motornya. Aku, Wati, Ma’e dan Lia yang menunggu di depan sekolahan sempat tidak sabar karena sudah terlanjur besah baju kami.
            Setelah dari mengisi air minum kami berlima berangkat dengan si Anugrah menjadi petujuk jalan, dengan sangat cepatnya ia mengendarai sepeda motornya. Aku yang berboncengan dengan Ma’e pun menyusul begitu juga Lia dan Wati.
            Di tengah perjalanan tepatnya di utara perempatan bis ngoleng selatan jomplangan sepur didepan warung kami berhenti. Wati menelpon Andi lewat ponselnya padahal Andi berada di selatan kami. Setelah kami bersama, kami terutama Anugrah bertanya “Hisyam mana Andi … ???”. Andi menjawab dengan suara yang khasnya “ndak tahu, tadi aku ajak ia untuk bersama, tapi ia memilih beda jalan”. Disambung Ma’e menjawab “ ow,,,, Ya udahlah, ayo buruan, hujan akan semakin deras”. Sebelum berangkat aku pun mengirim pesan singkat kepada Hasyim untuk ia menunggu di tepat yang sudah aku tentukan.
            Saat tidak lama kemudian, Andi berhenti sejenak untuk mengenakan jas hujan karena hujan semakin lebat. Begitu juga dengan Wati, Lia, Anugrah yang berteduh di pos kampling. Namun tidak dengan aku dan Ma’e, kami berdua melanjutkan perjalanan untuk pergi ke toko roti terdekat. Di situ aku masuk kedalam toko dengan keadaan basah kuyub. Aku bertanya kepada penjaga toko “ mas rotinya ada??”. Penjaga toko menjawab “owh, ada mas tapi tinggal itu saja”. Aku menjawab “itu saja mas, semua berapa?”. Yang kemudian aku mengeluarka uang dari saku yang uang itu adalah hasil dari iuran teman – teman yang ditujukan untuk menjenguk teman yang sudah satu minggu tidak masuk di karenakan sakit.
            Setelah aku keluar dari toko, aku mengirim pesan kepada Andi, Anugrah, Lia dan wati untuk segera melanjutkan perjalanan agar cepat sampai. Setelah menunggu tidak begitu lama akhirnya mereka datang, aku dan juga Ma’e langsung menyusul kemudian berangkat bersama – sama.
            Di salah satu perempatan jalan petunujka jalan binggung, tentang jalan mana yang akan kami lewati.
            Tanpa berpikir lama, karena kita sudah dalam keaadan yang sangat basah kuyub, jalan tembus menuju tempat tujuan menjadi alternative.
            Sesampai di tempat tujuan, kami di sambut dengan sangat ramah oleh orang tua dari teman yang akan kami jenguk. Dengan keadaan yang sangat basah dari ujung rambut hingga ujung kaki, bahkan kaos kaki yang dikenakan oleh salah satu teman aku dapat diperas dan menghasilkan banyak sekali air, sangat basah.
            Namun, kami tetap di pksa untuk masuk oleh orang tua dari teman kami tersebut. Dengan awalnya malu – malu, kami masuk bersamaan. Setiba didalam, kami langsung meletakkan tas, kemudian masuk kedalam kamar dari teman kami.
            Melihat keadaan teman kami, kami menanyakan apa yang sedang ia keluhkan. Setelah bercakap – cakap cukup lama, kami mohon ijin untuk pulang. Dan kami hanya berpesan agar teman kami tersebut cepat sembuh.
            Keadaan di luar hujan reda, matahati mulai menampakkan wajahnya, kami langsung menuju rumah masing – masing. Aku dan Ma’e tidak langsung pulang karena sepeda onthelku masih di sekolahan. Ma’e pun mengantar aku menju ke sekolahan.
            Sesampainya di sekolahan langsung saja aku mengambil sepeda tersebut, Ma’e langsung cabut katanya sich dia mau ikut ziaroh wali yang diadakan oleh siswa kelas 3. Pengalaman yang sangat terkesan, semoga persahabatan kita bias lanjut hingga kakek – kakek ..
             Amien…..  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ingin Menulis?

Bagi siswa-siswi MANTASA GREEN yang ingin menuangkan karya tulisnya, baik cerpen, tulisan ilmiah, dan coretan hati, bisa juga kritik dan saran bisa dikirim ke email: mantasagreen@gmail.com.

Komentar Perasaan