Karya Miftakhul Nikmah
Hari itu awal Aku masuk sekolah, Aku berangkat dari rumah bersama sahabatku Tia namanya, Kami bersahabat sejak kelas 1 SMP. Aku dan Tia sering banget keluar rumah dan jalan-jalan bareng. Apalagi sejak liburan UAN. Awalnya aku nggak nyangka kalau sahabatku si Tia itu juga satu SMA sama Aku. Karena dia dulu enggak minat sekolah di SMA, dia berkeinginan sekolah di SMK, karena kehendak ortunya dia jadi sekolah di SMA.
Hari ini pagi-pagi sekali Tia udah nyampek rumahku, karena ini pertama kita masuk sekolah.
“Pagi tante…..Renanya udah siap kah tan??”
“Pagi juga Ya,,,,tu,,, dia udah siap,,,,, mau berangkat sekarang ya?”
“Iya tante.”
Tak lama kemudian aku nyamperin mamaku dan Tia yang ada di depan rumah.
“ya….. ayo berangkat…ntar terlambat low….”
“Iya, iya….sabar kenapa sich……..,”
Pagi ini merupakan hari pertama kami masuk sekolah. Aku dan Tia gak mau telat untuk pertama masuk sekolah, karena kami dulu waktu SMP sering banget terlambat.
Hari itu Tia belum dapat seragam karena kain yang di berikan ketika daftar ulang, ketuker sama sragam anak cowok. Oleh karena itu dia harus menukarkan sragamnya di sekolah.
Sesampainya di sekolah kami berdua langsung menuju ruang Guru untuk menukarkan kain seragam milik Tia. Setelah acara nukerin kain selesai, kami berdua bingung harus kemana. Kami belum tahu tempat-tempat yang ada di sekolahan ini.
Pada saat itu semua anak baru belum tahu kelasnya masing-masing karena belum ada pengumuman pembagian kelas. Tak lama kemudian guru TU menempelkan lembaran dipapan pengumuman dan ternyata pengumuman berupa daftar-daftar pembagian kelas. Semua anak-anak baru berebutan melihat namanya masing-masing yang tercantum dalam kelompok masing-masing kelas yang sudah di bagi oleh guru.Tak ku sangka temanku dari SMP juga sekolah di sini, dia seorang cowok yang menjadi idaman cewek seumuranku terutama Aku dan Tia. Toni nama cowok itu.
“Hai Ren…”
Aku di buatnya deg-degkan dan salah tingkah, karena dia nyamperin aku.
“Hai juga Ton.”
“Pa kabar nih???”
“Baik-baik aja,la kamu diri???”
“Aku juga baik-baik aja, BTW kamu sekolah di sini juga??”
“Iya aku sekolah di sini,”
“Ma siapa aja??”
“Ini sama Tia, lagian banyak kok temen-temen yang sekolah di sini juga.”
“Oh iya, aku juga tau kok.”
Setelah itu, Aku gak sempet tanya kelasnnya Toni ninggalin Aku dan Tia. Aku dan Tia sangat sedih dan kecewa, karena setelah melihat pengumuman pembagian kelas ternyata kami tidak satu kelas. Dan jarak kelas kami sangat jauh sekali, karena Tia masuk kelas XB dan aku masuk kelas XJ. Gak lama kemudian sebelum masuk ke kelas Aku,Tia,dan Teman-teman dari SMP pada ngumpul dan memberitahu kelas kami masing-masing. Ternyata kelas kami pencar semuanya. Lalu kami menuju kelas masing-masing yang di tentukan oleh guru.
Pertama kali aku masuk Kelasku baru, hatiku rasanya gak karuan, karena di kelasku sudah ada teman-teman baru yang belum kukenal satu pun. Dan mereka sudah duduk di bangkunya masing-masing. Karena aku datangnya terlambat, akhirnya aku dapat bangku di belakang, untungnya masih ada bangku yang kosong dekat anak cewek, aku gak bisa bayangin kalau aku sampek sebangku dengan anak cowok.
Hari-hari itu kegiatannya hanya Orientasi dan Pengenalan Sekolah beserta lingkungannya.
Kegiatan Oriantasi pun berlalu. Hari itu hari Senin, hari pertama aktivnya pelajaran. Sebagai anak baru aku belum hafal nama-nama temanku satu kelas, tapi ya……. lama kelamaan aku hafal sendiri.
Sepulang sekolah aku langsung istirahat, setelah itu aku membantu mamaku di rumah. Pada waktu itu mamaku bertanya padaku,,
“Ren gimana sekolahnya…asyik nggak??”
“Asyik banget ma,…Rena semangat kok.”
Setelah mamaku nanya begitu aku ingain curhat ke mamaku,
“Ma Rena cerita ya??”
“Cerite apa??”
“Mama kenal nggak sama Toni??”
“Iya mama kenal, emangnya ada apa?? Kamu naksir ya???”
“Mulai deh mama ngejekin Rena, enggak kok ma…,Rena cuma mau bilang kalau si Toni sekarang juga satu sekolahan lagi sama Rena ma,,”
“Kamu juga satu kelas Ren sama dia??”
“Enggak ma.”
Udah satu bulan aku sekolah di SMA itu. Suatu hari Mama dan Papaku menawariku untuk Mondok, tapi aku gak mau, aku minta sama mamaku untuk Kost saja, tapi Papaku enggak ngizinin karena Papa gak tega kalau aku ngekost karena peraturannya terlalu bebas. Pada akhirnya kedua Orang Tuaku mutusin kalau Aku tinggal di Asrama saja, dengan keterpaksaan hatiku, aku nuruti kedua Orang Tuaku. Yah… dari pada terus berangkat dari rumah yang perjalanannya jauh sekali.
Beberapa hari kemudian Orang Tuaku mendaftarkan ku diasrama dekat sekolahku, di asrama itu tak seorangpun yang ku kenal , hanya seorang saja yang ku kenal , dia teman satu Kelasku, tapi sayangnya dia anak cowok, dia anak yang paling keren di Sekolahku saat ini, dan banyak anak-anak seumuranku yang ingin banget jadi Ceweknya, dia bernama Rangga. Akan tetapi dia seorang cowok yang sangat menjengkelkan dan membuat sebel, karena dia anaknya cuek banget sama anak cewek, aku aja enek ngeliat tingkah lakunya di kelas.
Tapi aku bingung dengan tingkahnya kepadaku semenjak aku pindah ke asrama, dia sering curhat-curhatan sama Aku dan Dia perhatian banget sama Aku, lama-lama Aku fikir, jadi ada sesuatu sama dia.
“Ya Allah……..,ada apa dengan hambamu ini??” Kok aku jadi kege’eran gini……”
Hari itu ada tugas Biologi, tugasnya berkelompok, dan tanpa satu kelompoksengaja aku satu kelompok sama Rangga. Waktu ngerjain tugas, tiba-tiba Rangga memegang tanganku dan dia bilang sesuatu pada ku,,
“Ren kamu mau gak jadi pacarku??”
Ketika kata-kata itu keluar dari mulut Rangga, Aku bingung apa yang harus ku katakan padanya. Dengan ucapan Rangga yang seperti itu, membuatku jadi salah tingkah.
“Ya aku tahu Ren, kamu pasti belum siap untuk jawabnya sekarang,
“Ya aku tahu Ren, kamu pasti belum siap untuk jawabnya sekarang,
Aku beri waktu kamu sampai kamu siap jawab pertanyaanku tadi….”
Karena saking gugupnya, Aku hanya mengangguk saja.
Setelah Aku berfikir selama beberapa hari, Aku datang menghampiri Rangga.
“Ren gimana jawabanya, mau apa nggak???”
“Apanya???”
“Kemaren lo,??”
“ Iya Rangga……… kita jalanin aja dulu,,”
“Makasih ya Ren,,,,,,”
“Iya ma sama-sama..:”
Rangga pun langsung memeluk Aku.
“Cie,cie….pasangan baru nih..”
Kata temen-temen ku sekelas bersorak.
Setelah beberapa bulan kita ngejalani hubungan, tak biasanya Rangga ngajak aku keluar jalan-jalan. Kami berdua pergi ke Pantai menikmati pemandangan. Tiba-tiba Rangga ngeluarin sesuatu dari saku celananya. Rangga memintaku untuk pejamkan mata. Aku pun menurutinya. Sebuah Kalung yang bertuliskan R&R terpasang di leherku. R&R ini merupakan singkatan dari nama kami. Tapi anehnya, Rangga memintaku untuk selalu menyimpan kalung ini dan apabila aku kangen dengan Rangga, ia memintaku untuk mencium kalung itu.
“ ya pastilah sayang……. Tanpa kamu meminta seperti itu, Aku pasti akan melakukanya.” Ucapku smbil menatap matanya.
Seusai menikmati pemandangan Pantai, kami langsung kembali pulang. Rangga mengantarku sampai depan rumahku.
“Gak mampir dulu ngga..”? tanya mamaku yang duduk diteras.
“gak tante,,,makasih,,,,,, lagian ini juga udah sore.” Jawab Rangga yang duduk di sepeda motornya.
“oh….begitu”
“permisi tante, assalamu’alaikum.”
“ya…wa’alaikumsalam…..hati-hati ya,,,,,,,,??”
Keesokan harinya, seperti biasa Aku berangkat sekolah bersama Tia sahabatku.
“kok tumben Ton Rangga gak masuk…. Dia kemana? Apa dia sakit?”
“aaanu Ren…anu,,,,,”
“ayo Ton jawab Rangga kenama????”
“aaanu….ren…”
Rasa gelisah dan penasaran menghantuiku, tanpa ku fikirkan pelajanku dan jawaban dari Toni, Aku langsung bergegas pergi meninggalkan kelas dan sekolahanku. Aku lari secepat mungkin, agar cepat samapai dirumah Rangga. Karena rumah Rangga agak jauh dari sekolahan, Aku memutuskan untuk naik ojek.
Tak lama kemudian Aku sampai depan rumah Rangga. Ku panggil-panggil terus namanya,tapi tak ada seorang pun yang menjawab. Tiba-tiba Bik Ipah datang baru pulang dari pasar.
“Bik Rangga mana???” tanya ku dengan nafas terputus-putus.
“Loh…….. sudah berangkat tadi malam non…..”
“Berangkat kemana lo bik….. Rena nggak paham deh…….”
“ Eh sebentar non ada titipan buat non dari mas Rangga.”
Sepucuk surat dari Rangga. Tanpa berkelamaan aku langsung membuka surat tersebut.
Assalamu’alaikum wr.wb.
Buat Renaku sayang
Ren maafkan aku,sebagai lelaki aku tidak berani mengatakan yang sebenarnya kepadamu. Maafkan aku karena kepergianku tak meminta izin terlebih dulu kepadamu. Aku melakukan ini semata-mata karena aku tidak ingin membuat kamu sedih. Karena pekerjaan orang tuaku yang mendadak di pindahkan ke ARAB SAUDI, dengan hati yang tak begitu ikhlas aku menuruti keinginan orang tuaku untuk ikut pindah kesana.Tapi aku berjanji padamu walaupun kita di tempat yang berbeda tapi cintaku padamu takkan pernah luntur sedikitpun.
Ren………berjanjilah padaku untuk selalu menjaga cinta suci kita dan jangan pernah berpaling dariku. Sayang………aku juga berjanji kepadamu akan selalu menjaga cinta suci kita dan takkan pernah berpaling darimu.Dan yang tepenting aku akan menemuimu 2 tahun yang akan datang tepat pada hari jadian kita,dimana kita pertama bertemu yaitu di belakang ASRAMA sekolah.Tunggulah aku sampai aku kembali untukmu sayang……
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Kekasih hatimu Rangga
Setelah membaca surat itu Rena langsung tak sadarkan diri di pangkuan bik Ipah.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar