Kata Pesan

SELAMAT DATANG DI DUNIA CERPEN KARYA SISWA MAN TULUNGAGUNG 1

Senin, 12 Desember 2011

Friend Forever

Karya Reni Maisatus Sagita (Rennot)

XII IPA 2 MAN Tulungagung 1



               Hai shobat...Perkenalkan namaku Tata. Aku dilahirkan 17 tahun yang lalu. Aku anak ke-3 dari 3 bersaudara. Aku hidup di keluarga yang sederhana,walaupun sederhana namun kita tetap hidup rukun dan saling menyayangi. Hari-hariku aku lalui dengan terus belajar dan menimba ilmu pengetahuan sebanyak mungkin.
              Hingga akhirnya aku beranjak dewasa dimana aku mulai merasakan adanya cinta yang dipunya setiap manusia. Ketika aku duduk di bangku SMA tepatnya waktu itu aku kelas 1 SMA mulailah ada seorang yang tiba-tiba datang dalam kehidupanku. Sebut saja Setiawan,begitu nama panggilannya. Dia dulu ternyata kakak kelas ku waktu di SMP. Awalnya kami bertemu disuatu organisasi yang ada di lingkungan rumahku. Lalu kami mulai saling mengenal,dan akhirnya kita menjadi akrab. Mungkin karna kita sering bertemu saat di organisasi tersebut sehingga membuat kita menjadi akrab. Sekian lama kita kenal, akhirnya dengan tak ku duga dia menyatakan sayangnya kepadaku. Saat itu aku sangat terkejut,karna selama ini aku menganggap dia hanya sebatas teman,akan tetapi dia menyimpan perasaan yang lebih kepadaku. Akhirnya kami menjalani hubungan ini dengan saling pengertian dan penuh kasih sayang. Dia selalu memberi aku semangat dalam belajar dan bisa merubah sifatku yang kekanak-kanakkan menjadi sedikit bersifat dewasa. Hampir setiap hari kami menjalani hubungan ini dengan baik dan rukun. Banyak kenangan antara kita. Kami menjalani hubungan ini hampir 1 tahun. Namun Allah berkehendak lain, hubungan kami tiba-tiba dalam sekejap hancur,dengan datangnya orang ke tiga. Lebih parahnya orang ketiga tersebut adalah sahabatku dari kecil yang ternyata diam-diam mencintai orang yang selama ini menyayangiku. Dengan tanpa perasaan sahabatku sendiri tersebut bilang kepadaku kalau dia mencintai orang yang aku sayangi. Saat aku mengetahui semua itu,aku sempat shokc. Aku sampai bingung,kenapa sahabatku tega denganku. Apa salahku???
            Kemudian aku putuskan untuk memilih persahabatan. Aku merelakan orang yang aku sayang. Aku tak ingin persahabatan menjadi musuh. Aku lebih mengalah,mengalah bukan berarti kalah. Mungkin dia belum jodoh yang baik untukku. Aku hanya ambil saja hikmah dari semua perjalanan kisah kasih cinta pertamaku itu. Walau berakhir denga pahit. Namun akan jadi pengalaman yang berarti.
Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan,manakala kebencian membawa kepada kemusnahan. Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta. Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata aku turut bahagia untukmu. Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu. Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.
Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.
Orang yang selama ini dekat denganku dan menjadi tempat curahan hatiku adalah Ibu. Ketika kejadian itu aku mencoba meminta pendapat kepada Ibuku. Lalu aku bercerita semua kepada Ibuku. Kemudian Ibu menasehatiku :”Mungkin dia bukan yang terbaik untukmu,bila sudah saatnya cinta itu pasti akan datang pada waktunya. Jodoh hanya Allah yang tau dan yang menentukan. Anggap saja menjadi pengalaman untuk kedepan. Untuk saat ini fikir dan fokuskan kepada pelajaran dan belajarmu,cita-cita untuk masa depan masih panjang,jangan sia-siakan hidup ini,satu kali aja kau sia-siakan harimu itu,maka kau akan menyesal, karena hari kemarin tidak akan mungkin terulang untuk kedua kalinya. Manfaatkan harimu tersebut dengan hal-hal yang baik dan positif serta bermanfaat. Tempatkan dirimu kepada orang yang membahagiakanmu,karena kamu pantas untuk mendapat kebahagiaan.”
Kemudian aku berfikir,memang benar apa kata Ibuku,masa depan masih panjang. Setelah itu aku fokus dengan sekolahku,ku jalani hari-hari dengan canda tawa belajar bersama teman-temanku. Akan tetapi ada saja yang membuatku bingung lagi,dimana aku bisa melupakan kejadian itu. Kini datanglah seorang lelaki sebut saja Dani,begitu nama panggilannya. Dia juga se-angkatan denganku tetapi beda sekolah. Karena dia sungguh-sungguh ingin berteman denganku, baiklah aku terima dia walau kita hanya sebatas sahabat. Dia begitu baik denganku,aku mengenalnya ketika aku kelas 2 SMA hingga saat ini aku kelas 3 SMA. Dia menganggap aku sahabat.akupun juda menganggap dia sahabatku,kita saling memberikan pendapat,shering, belajar bareng, susah senang kita jalani bersama. Asyik pokoknya bersahabat,kini aku berfikir mungkin saat ini aku lebih bahagia bila dia menjadi sahabatku. Persahabatan kita tetap baik sampai saat ini dan semoga untuk selamanya.Amin...
~ ^_^ ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ingin Menulis?

Bagi siswa-siswi MANTASA GREEN yang ingin menuangkan karya tulisnya, baik cerpen, tulisan ilmiah, dan coretan hati, bisa juga kritik dan saran bisa dikirim ke email: mantasagreen@gmail.com.

Komentar Perasaan