Kata Pesan

SELAMAT DATANG DI DUNIA CERPEN KARYA SISWA MAN TULUNGAGUNG 1

Jumat, 09 Desember 2011

Detik-Detik Menuju Masa Depan

Karya Meyta
XII IPA 2 MAN Tulungagung 1


          Di hari minggu yang cerah, pada pukul 16.00 Merry mendapat pesan singkat melalui telefon genggamnya, pesan itu dari temannya yang bernama Rizta. Rizta memberi tahu bahwa hasil ujian nasional, atau yang biasa di sebut denga danum itu sudah keluar. Setelah membaca pesan itu, Merry bergegas memberitahukan hal itu kepada orang tuanya, dan Merry mengajak ayahnya untuk pergi ke sekolah guna melihat langsung hasil ujiannya. Pada saat itu Merry belum diprbolehkan untuk mengendarai motor sendiri, maka dari itu Merry mengajak ayahnya. Sesampainya di sekolah Merry, mereka langsung menuju ke arah papan pengumuman. Namun di situ belum terpasang hasil nilai ujian para siswa. Merry terus menunggu hingga larut malam bersama ayah dan teman-temannya yang lain, tapi belum juga ada salah seorang yang  datang untuk menempelkan hasil ujian itu. Merry merasa jenuh dan capek karena menunggu terlalu lama, dan mereka kembali pulang kerumah. Tidak lama sesampainya di rumah, Merry kembali menerima SMS dari Rizta. “Mer, hasil ujiannya udah keluar”, membaca pesan itu Merry tak lagi menghiraukannya, karena  Merry sudah merasa kecewa. “tiiiiiiiiiiiiit..........tiiiiiiiiiiiiiing.........tiiiiiiiiiiiiin,,,,,,,”, suara hp Merry menandakan ada SMS masuk. Merry membaca pesan tersebut dengan sedikit tersenyum. Ternyata itu SMS dari Rizta,” Mer,  kita semua lulus 100%, dan kamu dapat danum 35,55”.
     Pada keesokan harinya, Merry berangkat sekolah sangat pagi, bahkan lebih pagi dari biasanya.Merry tidak sabar untuk melihat danumnya dengan mata kepalanya sendiri. Sampai di sekolah, Merry langsung berlari menuju papan pengumuman. Di situ sudah tertempel rapi hasil ujian para siswa. Merry melototi papan itu sambil berkata dalam hati “Alhamdulillah ya Allah, aku bisa lulus dengan nilai yang cukup baik”. “dooooor...........”, suara Rizta ngagetin Merry. Dengan spontan Merry langsung berteriak karena kaget. “Masak gitu aja kaget to mbak”, kata Rizta. “aku bukannya kaget, tapi syok denger suaramu itu”, jawab Merry. “Itu mah sama aja........ iaudah ia aq minta maaf”, kata Rizta. “gimana riz, kamu mau nerusin sekolah dimana........?”, tanya Merry. “aku pengen nerusin ke SMK mer, kalau kamu....??”, ganti Rizta bertanya pada Merry. “kalau aku pengennya ke SMA riz,,”, jawab Merry. Mereka bercakap cakap hingga sampai dikelas. Di kelas mereka melihat Hasan yang sedang bersedih. “kamu kenapa san..??”, tanya Merry. “eh kamu mer, gag kok aku gag papa...”. “gag papa kok sedih san...??” sahut Rizta. “aku sedih karna aku gag bisa nerusin ke sekolah yang aku inginkan...”, jawab Hasan. “kenapa kok bisa gitu san?”, tanya Merry penasaran. “aku diminta orang tuaku untuk ngelanjutin sekolah di SMK, padahal aku pinginya sekolah di SMA”, jawab Hasan. “kenapa kamu pingin ke SMA san, kenapa gag nurut aja ama orang tuamu...??”, tanya Merry. Hasan pun menjawab “ aku pingin setelah SMA nanti ngelanjutin ke akademi militer mer...”. “ Oooo...jadi gitu to ceritanya itu”, kata Rizta. “ apa kamu sudah pernah ngomong tentang hal itu sama orang tuamu san...??” tanya Rizta. “belum, aku belum pernah ngomong sama mereka. Aku takut kalau aku mgecewain mereka”, jawab Hasan. “tapi, kalau kamu gag pernah ngomong sama mereka, mana mereka tau apa yang selama ini kamu inginkan”, kata Merry. “itu benar san, kalau kamu gag pernah ngomong mana mereka bisa tau..”,tambah Rizta. “ia kalian betul, makasih ya atas nasihat kalian, dengan begitu aku sudah sedikit merasa senang..”, kata Hasan. “iya sama sama san,”, jawab Rizta dan Merry serentak.
            Hari sudah mulai siang, satu per satu siswa kelas IX telah meninggalkan sekolah. Begitu juga dengan Merry,Rizta,dan Hasan. Sesampai di rumah, Hasan langsung menemui ibunya dan bercerita tentang apa yang menjadi keinginanya selama ini. Mendengar Hasan bercerita, ibunya merasa senang karena Hasan sudah mau bercerita tentang apa yg dia inginkan selama ini. Pada malam harinya keluarga Hasan berkumpul, dan ibu Hasan menceritakan apa yang diceritakan Hasan pada siang tadi kepada suaminya. Mendengar itu, ayah Hasan merasa sedikit kecewa dengan Hasan. Itu karena Hasan tag bisa menuruti apa yg menjadi keinginan ayahnya itu. Tetapi ayah Hasan teetap mendukung apa yang anaknya inginkan,yaitu bersekolah di SMA dan melanjutkan ke akademi militer. Hasan sangat senang ketika mendengar bahwa ayahnya setuju dengan pendapatnya.
            Pada akhirnya Hasan melanjutkan ke SMA bersama dengan Merry temannya, dan Rizta ke SMK. Namun dengan begitu mereka tetap berteman dekat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ingin Menulis?

Bagi siswa-siswi MANTASA GREEN yang ingin menuangkan karya tulisnya, baik cerpen, tulisan ilmiah, dan coretan hati, bisa juga kritik dan saran bisa dikirim ke email: mantasagreen@gmail.com.

Komentar Perasaan