Kata Pesan

SELAMAT DATANG DI DUNIA CERPEN KARYA SISWA MAN TULUNGAGUNG 1

Selasa, 21 Februari 2012

BBMBBE


Karya Astutik
Guru Geografi MAN Tulungagung 1
           

            Ragil nama gadis kecil hitam manis yang masih duduk di bangku SMP.... dengan semangat dan tak mengenal  lelah dia selalu berusaha membantu ibunya jualan…..dia selalu di suruh ibunya belanja………
Ragil mempunyai tujuh saudara,enam perempuan satu laki-laki
“Gil…tolong belanjakan ibu nak….”Iya buk”jawab Ragil dengan penuh hormat,catatan sudah di genggamnya dengan tubuh mungilnya dia  tak pernah mengeluh walau tiap hari dia mengayuh sepeda jengkinya,dia anak yang cerdas dan penurut. Di tengah jalan dia selalu di ganggui  seorang pemuda di kampungnya…”Gil…darimana….” tanya Mas Bima “Anu  mas dari belanja di suruh ibuk” jawab Ragil dengan rasa takutnya..Mas Bima itu nama pemuda yang selalu menunggui Ragil kalau Ragil pulang belanja.
          “Sini aku bawakan” suara mas Bima mengagetkannya….”Eh…Mas Bima…darimana kok tiba-tiba ada di belakang “tegurnya dengan gugup    “Sengaja kok aku nunggui  kamu sejak tadi” jawab Mas Bima dengan santainya.Mas Bima terus mengiringi Ragil dengan sepeda turunggonya,tanpa ada beban dan rasa malu walau berpuluh mata memandangnya.”Mas malu aku..tuh lihat orang-orang pada memperhatikan kita” seloroh Ragil dengan jengkelnya.”Biar aja emang  gue pikirin”jawab Mas Bima sambil terus meledek Ragil.Sepeda jengki terus di kayuhnya dengan sekuat tenaga,Ragil terengah-engah karena takut di kejar Mas Bima.” Kok lama to Gil wong belanja gitu aja” tiba-tiba ibunya muncul dari tokonya karena mendengar krengitan sepeda Ragil pertanda Ragil datang. “Iya buk,tokonya antri” jawab Ragil sambil membela diri.
“Ya sudah ,masuk sana istirahat  saja dulu” suruh ibunya karena kasihan melihat Ragil berpeluh….
Begitu tiap hari kegiatan Ragil setelah pulang sekolah kalau nggak belanja ya belajar..Setiap hari pula gadis ini di hantui rasa takut karena setiap lewat depan rumah Mas Bima setiap kali pula digangguinya.
Gadis manis yang lewat tak lain dan tak bukan sosok mungil yang bernama lengkap Ragil Gandari,gadis manis yang menjadi idola di kampungnya.,dan Bima Dirgantara jejaka kampung  yang masih duduk di bangku SMA itu selalu menunggunya.
“Cewek….cewek…..suit..suit…” itu yang di ucapkan Mas Bima kalau ketemu Ragil sambil  kedua jarinya di taruh di mulutnya.
               Ujian akhir untuk SMP berlangsung.Ragil ikut ujian tahun ini…hari yang di tunggu-tunggu semua murid klas 3 SMP tiba..Pengumuman telah di pampang di papan…Ragil lulus dengan nilai yang memuaskan,harapan Ragil tercapai..Ragil melanjutkan sekolah di sebuah SMA favorit  di kotanya.
Gadis kecil itu kini menginjakkan kakinya di sebuah SMA bergengsi  di kota marmer itu.Hari demi hari dilaluinya dengan penuh semangat.” Gil …kamu masuk di SMA mana” tanya Mas Bima saat ketemu Ragil di warung sebelah   “ Anu  mas..aku masuk di SMA  I “  Woooow..   hebat dong  “ sahut Mas Bima   “ Ya iyalah..,siapa dulu” katanya dengan bangga  .Hubungan Ragil dengan Mas Bima semakin akrab hingga tak terasa waktu berjalan tanpa terasa.Ragil sudah duduk di klas 2 SMA .” Gil…ambil jurusan IPA apa IPS” tanya Mas Bima saat ketemu.” IPS mas…wong aku bodoh kok kimia,fisika” jawab Ragil merendah  “ Ya ngak apa-apa…bagus juga kok” sahut Mas Bima setengah memberi suport  Ragil.
             Cinta monyet terjalin antara Ragil Gandari anak seorang pedagang dan Bima Dirgantara anak seorang pensiunan  .Bima yang ngebet mencintai Ragil…tapi Ragil nggak berani  mengutarakan juga…jinak-jinak merpati…Tiap hari Bima selalu mendekati Ragil dan berusaha untuk mencuri hatinya,Bima tipe lelaki yang pantang menyerah walaupun Ragil sudah berteman akrab dengan Rahman jejaka kampung itu juga. Jangan di sebut  Ragil Gandari kalo nggak bisa taklukkan para jejaka di kampungnya.Dia menjadi ketua perkumpulan muda-mudi di kampunya,dia supel dan pandai  bicara jangan heran kalau banyak jejaka yang menaruh hati padanya.  Dia lincah dan gesit cewek idola di kampungnya.Bima selalu mencari Ragil,pura-pura dia ke warung sebelah rumah Ragil,padahal sebenarnya dia mencari Ragil siapa tahu Ragil berada juga di warung itu.Begitu tiap hari tanpa patah semangat.Ragil kadang bingung kalau kebetulan di warung itu ada Bima dan Rahman kedua jejaka yang sama-sama menaruh hati pada  Ragil.Waduh..celaka..gumam Ragil dalam hati ketika dia melihat keduanya sama-sama berada di warung itu.Siapa yang mesti aku perhatikan duluan…tanya Ragil dalam hati.” Gil,besuk jalan pagi ya” suara Mas Bima mengagetkannya”Insya Allah ,kalo aku ada waktu” jawab Ragil
Padahal Ragil selalu ada waktu buat Bima,diam-diam Ragil tertarik sama sosok Bima.Hampir tiap pagi mereka jalan pagi,Ragil bersepeda sedangkan Bima lari-lari kecil,,bak orang yang di mabuk cinta begitu yang di lakukan mereka.Asal sudah bertemu mereka senang……….
            Tahun ketiga berjalan Ragil sudah duduk klas 3 SMA ,sudah harus persiapan untuk ikut ujian nasional,waktu benar-benar di manfaatkan untuk belajar.Bima kelabakan gadis yang selalu lewat di depan rumahnya tak terlihat lagi.Akhirnya Bima ingat bahwa Ragil belajar dalam rangka ujian nasional.
Seminggu ragil menjalani ujian nasional………………….persiapannya betul-betul matang,dia tidak ingin mengecewakan harapan orang tuanya….Penantian yang panjang membikin Ragil tidak tenang…Pengumuman hasil ujian..yah itulah yang di tunggu Ragil………….”Gil…kamu lulus”begitu tiba-tiba suara itu muncul dari ruang klas 3 IPS 3,ternyata suara Yasmin teman akrab Ragil di SMA itu ,.Ragil bersikap biasa saja tidak terlalu gembira,karena Ragil yakin dia pasti lulus.” Gil,kamu mau kuliah di mana “tanya Lili teman Ragil yang ber etnis Tionghoa…”Belum tahu”jawab Ragil dengan lesu….Ragil berfikir mampukah orang tuanya membiayai kuliahnya nanti..Begitu seterusnya bertanyaan itu berkecamuk di benak si Ragil gadis yang mulai tumbuh dewasa itu .Ragil pulang dengan terus menyusuri  trotoar dengan wajah tertunduk lesu sampailah dia di tempat halte bis.
         “Gimana hasilnya Nak” tanya ibu Ragil sebelum Ragil masuk rumah..karena ibunya tahu kalo hari ini pengumuman hasil ujian….”Alhamdulillah Ragil lulus buk” jawab Ragil tanpa ekspresi”Tapi kenapa kamu murung,kok nggak ceria seperti biasanya “berondong ibunya…”Nggak apa-apa “jawab Ragil sambil ngeloyor masuk rumah dan langsung masuk kamarnya.Dia langsung merebahkan diri,sambil pikirannya menerawang  jauh  .Sejuta pertanyaan berkecamuk dalam benaknya,mampukah ibuku yang seorang janda membiayai aku kuliah…begitu yang di pikirkan Ragil

Ragil ingat dengan Mas Bima..kemana dia…….  kok aku lama nggak ketemu..begitu  gumamnya dalam hati.selidik punya selidik ternyata  Bima mengikuti pendidikan kepolisian. Hampa rasanya hidup Ragil tanpa ada lelaki yang sering nggodai………..
Ragil bertekad harus kuliah apapun yang terjadi ….tes demi tes dijalani dengan tekun dan selalu berdoa semoga yang di harapkan terkabul……..Koran…ya koran itulah sarana yang di pakai PT untuk menyampaikan pengumuman SIPENMARU  nama waktu itu………..Ragil selalu gemetar saat mencari nama yang berjejer di koran itu Ragil langsung berjingkrak saat matanya menemukan tulisan RAGIL GANDARI,  ya nama itu termasuk yang di terima Perguruan Tinggi  Negeri di Kota Pahlawan.
               Ragil Gandari sudah harus menjalani hidup jauh dari orang tuanya,dia anak yang mandiri…Termenung Ragil duduk di tempat kosnya..memikirkan kemana Mas Bima sekarang berada…………Tak terasa Ragil sudah semester  3……Ada kabar dari Mas Bima katanya mau cuti,,,,,,,,karena Mas Bima punya saudara di kota pahlawan maka dia cuti di kota itu,tempat Ragil kuliah, Ragil mendatanginya bersama mbak Tyas teman kuliah Ragil.Karena lama nggak ketemu Ragil bingung harus ngomong apa sama Mas Bima.” Heh…kok diam” sapa Masa Bima sambil nyolek tangan Ragil,
“Nggak pa pa kok mas” jawab Ragil sambil tersipu malu.” Naik apa tadi” tanya mas Bima dengan penuh heran….” Ya angkotlah..masak jalan kaki sih” jawab Ragil sekenanya. Mereka bertiga ngobrol dengan santainya” Dah ya mas,aku balik ke kos-kosan dulu” pamit Ragil karena masih ada kuliah yang harus dia ikuti…” Ya…ya “jawab Mas Bima dengan penuh semangat
Hubungan Ragil sama Bima semakin terjalin erat….tapi petaka datang ketika SK penempatan Bima yang di luar Jawa.Nasib…nasib ..gumam Ragil setelah mengetahui kalau Mas Bima nggak ada lagi di Jawa…..
“Gil  ada surat buat kamu” teriak teman  kost Ragil ketika ada pak pos datang.Gembira rasanya Ragil ada surat dari Bima buat dia…Begitu hari demi hari dilalui Ragil tanpa mengenal lelah dia tapaki kehidupan di kota pahlawan………..Setiap ada pak pos datang Ragil selalu berharap ada surat dari Bima buat dia…
Lagi-lagi Ragil kecewa ..yang di harapkan nggak pernah muncul lagi…ya sepucuk surat dari  seberang….
            Tahun berganti…sampailah Ragil di wisuda…semua keluarga mengantarkannya…..senang campur haru jadi satu tatkala toga dikenakannya……Ragil harus pulang kampung karena  harus membantu ibunya di rumah.Penantian dan penantian terus di jalani Ragil……Bima ya..sosok Bima yang tak pernah lagi komunikasi ..entah kemana rimbanya…………Setahun  kemudian Ragil di lamar seorang pemuda yang sebelumnya nggak pernah ada komunikasi dengannya…………..Ragil  menurut saja karena faktor usia…….
Akhirnya Ragil memutuskan untuk menikah dengan Yoyok….pemuda kampung sebelah…kenangan  bersama Bima  bermula manis bagai madu kini berakhir bagai empedu,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Cinta untuk sahabatku


Karya Salma
XII Bahasa MAN Tulungagung 1



Di pagi itu tampak seorang cewek berbaju putih abu-abu dengan rambut indahnya sedang kebingungan. Sejuknya udara pagi yang masih terasa dingin bahkan tak menyentuhnya. Ia tetap sibuk dengan HP barunya, begitupun dengan status barunya yakni pelajar SMA terfavorit di kota Tulungagung. Dia Chori, cewek kecil imut and berambut hitam pekat itu memang cukup berpengalaman /bergulat di kalangan elit.
Pagi itu … jam beker kesayangan chori berbunyi… kring…kring… jam sudah menunjukkan  pukul : 06.00 tanpa pikir panjang, chori bergegas mengambil handuk biru bermotif panda itu dan meluncur ke kamar mandi.
Doni….doni… cepat mandinya… kakak keburu telat nanti (teriak chori)
“iya..iya..kak sebentar,… sahut doni
“ ah kammu itu, cowok kok lelet banget tow! Ucap chori.
“alah biarin dari pada kakak cewek cantik kok selalu bangun kesiangan , ucap doni sekedar menyindir chori.
“ dasar kamu …kakak kan baru kali ini bangun kesiangan,…..jawab chori dengan penuh percaya diri.
“sudah-sudah ….cepat mandi… doni cepat siap-siap… hentak ibu…
“iya bu….. jawab chori dan doni serentak.
Secepatnya chori  mandi dan bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Tak lupa tas pink kesayangannya di bawa dan tak lupa mengucapkan salam.
Hari itu chori telah sepakat untuk berangkat bersama temannya, Rosa bagi chori adalah sesosok teman yang baik dan pantas dia percaya.
Tak lama kemudian rosa pun dating dengan motor bebek barunya dan helm INK merah marun. Mereka berdua menang ratunya style. Apapun yang mereka kenakan selalu mode-mode terbaru dari mulai jam tangan, tas, motor, helm dan lainnya.
Tak berhenti lama, rosa pamit kepada ibunya chori dan mereka langsung tancap gas.
Sesampainya di sekolah chori dan rosa berjalan beriringan dari tempat parker. Terdengar sapan lirih dari balik mereka.
“pagi…. Girls, ucap arka lirih dengan seulas  senyum pagi juga…., jawab chori dan rossa sambil menoleh kebelakang.
“susah layak saudara ya kalian itu…. Kemana-kemana selalu berdua, iya… jawab rosa enteng.
Sementara itu chori terus  memandangi arka, arka adalah kapten tim basket di SMA Favorit itu. Bias dibilang tak ada cewk yang tidak mengaguminya termasuk chori.
Tet….tet…bel masuk sudah berbunyi, mereka bertiga kemudian masuk kekelas masing-masing. Rosa teman sekelas chori dan arka adalah teman rosa yang sudah lebih lama dekat dengan rosa. Rosa hanya menganggap arka sebagai kak dan begitu sebaliknya arka menganggap rosa sebagai adik. Rosa lebih mengenal arka jauh lebih dulu dari pada chori, chori belum punya kekasih tapi rosa sudah punya kekasih, dan rosa sangat menyayangi     kekasihnya itu, di roni dia juga satu kelas dengan chori, rosa dan arka.
Suatu saat istirahat .. rosa pergi ke kantin sekolah dan tiak sengaja bertemu arka, lalu mereka bercakap-cakap.
“hey ros… mana temanmu tadi! Tanya arka serius
“siapa maksudmu, chori ya…!!
“ya betul..sekali “jawab arka semangat
“ow..dia tadi ngerjain tugas Biologi di kelas.
Eh…. Ada apa gerangan…?? Tumben Tanya..? Tanya rosa
“kamu tu …adik itu pasti tau apa yang diinginkan kakaknya, jadi kamu pasti tau …ucap arka sambil melebarkan senyumnya…
“iay,,,iya….Ok, aku tahu maksud kamu kamu pasti ada rasa kan sama chori…, tegas rosa..
“yupz… itulah yang ku rasakan sekarang
“emmmmboleh minta nomernya chori ros… pinta arka
“nieh…nomernya..”aku harap kamu nggak akan kecewakan sahabatku ya… OK, kata rosa
Ok..thanks ya…
Setelah mendapat nomer chori …malam harinya … arka mengirim short message ke chori. Isinya tahu bahwa dia adalah arka. Chori tak pernah menyangka bahwa arka seorang kapten tim basket yang keren itu ingin berkenalan dengan ku.
Tanpa pikir panjang cengan hati yang berbunga-bunga chori membalas sms demi sms dari arka. D isms itu arka selalu memuji kelebihan chori. Arka selalu bilang kalo chori itu cantik, pinter, dan anggun. Apalagi saat menari. Hal itulah yang membuat arka tak bisa jauh darinya. Menyikapi itu semua  chori berfikir positif dan tidak mau terjerumus dalam rayuan arka. Namun chori tak bisa menahan rasa yang terlanjur tumbuh di hatinya. Semakin lama chori semakin dekat dengan arka dan rasa cinta dan sayang mulai bersemi di hati mereka.
Disisi lain, rosa sedang bersedih karena dia baru putus hubungan dengan roni, kekasihnya. Chori tak tahu apa masalah yang menyebabkan mereka berdua break. Meskipun chori sedang berbahagia, ia tidak lupa dengan sahabatnya yang sedang bersedih. Setiap saat chori selalu menghibur rosa di kala rosa sedang sedang bersedih. Arka pun juga ikut menghibur rosa. Arka menasehati rosa supaya pelan-pelan melupakan roni.
Hari demi hari arka dengan rosa pun bisa melupakan roni dan kedekatan arka dengan roni menjadi buah bibir disekolah. Mendengar itu semua chori bersikap biasa saja, karena dia belum yakin dengan keseriusan arka. Arka belum pernah mengucapkan sesuatu kepada chori.
Pagi itu burung berkicau merdu, daun-daun melambai seakan memanggil burung-burung supaya bersarang di pohonnya. Sejuk udaranya kembali. Saat berangkat sekolah, chori berangkat dari rumah tanpa rosa, karena rosa sedang sakit.
Tiba-tiba setelah sampai ditempat parkir..
“hai cantik….. loh kok sendirian… mana temanmu??? Tanya arka??
“hai juga … hari ini dia tidak masuk karena sakit” jawab chori
“o… ya sudah ayo ke kelas bareng aku”ajak arka
“eh tunggu kenapa wajahmu kelihatan kawatir gitu…, tanya chori cemas.
“alah…tak apa.. tadi aku hampir saja di tabrak truk gandeng, aku hebat bisa menghindarinya, kamu tak usah kawatir… aku pasti selamat kok… ucap arka dengan PD.
“arka kamu tak boleh low bilang gitu, kamu selamat itu karena pertolongan dari Allah. Bukan murni karena kehebatanmu, jangan pernah merasa sombong karena kelebihanmu, ingatlah “tanggapan chori terhadap arka”
“hah… aku low yang hebat
Alah udah dech, tak usah dibahas lagi, ayo cepat masuk kelas, ajak arka.
Dalam hati chori dia merasa khawatir akan keselamatan arka, karena dia itu sok hebat dan cerdas dalam mengahdapi segala hal! Chori Cuma bisa berdo untuk arka.
Kemudian mereka bergegas menuju kek kelas masing-,masing dan pelajaran pun dimulai, hingga jam terakhir yaitu jam ke 7-8 dan bel pulang pun berbunyi.
Tet…tet…… lalu para siswa pun pulang, namun tidak dengan chori, dia masih akan latihan tari, inilah bidang khusus yang dikuasai chori. Seni tari , yah inilah salah satu exscol di SMA chori. Semenjak beberapa hari lalu chori sudah sibuk melatih keluwesan tubuhnya yang dipadu dengan musik klasik. Rencananya chori dan 5 temannya akan mengikuti lomba tari di jakarta.
Disela-sela kesibukannya, chori masih menyempatkan diri untuk perhatian dengan arka, tiap chori istirahat chori selalu menanyakan keadaan arka. Chori sudah terlanjur menyayangi arka,  tersirat pada wajah arka bahwa dia juga merasakan hal yang sama.
Seusai latihan chori segera pulang. Ditempat parkir lagi-lagi bertemu dengan arka, wajah arka terlihat tegang.
“hei kenapa dengan kamu,…..  apa kamu saki ka??
“enggak cantik.. aku cuman lagi kecapaian aja! Jawab huda dengan tenangm, wajah arka tampak memerah.
“chori …cantik… apa aku boleh bicara sebentar saja? Kata Arka..
“iya… boleh.. ada apa ka?? Tanya chori penasaran
“emm…..chori jujur ya.. semenjak pertama aku melihatb kamu, aku sudah mengagumi kamu, dari sifatmu, sopan dan ramah, baru kali ini aku bertemu dengan cewek seperti kamu.
“sebelumnya terimakasih ka… karena kamu telah memperhatikanku selama ini. Tapi pujian  itu terlalu berlebihan untuk aku…. Masih ada yang lebih pantas di puji semacam itu dari pada aku. Ucap chori.
“tidak Chori….semua itu pantas untuk kamu… kata arka sambil tersenyum sebenarnya selama ini aku ingin dekat dengan mu, mengenalmu lebih jaug tentang dirimu…. Apakah kamu…….
Tiba-tiba… ada panggilan masuk, au.. dari ibunya arka, ibunya arka meminta supaya arka cepat pulang karena ada urusan penting.
“emm besok saja ya kita lanjutkan pembicaraan kita. Aku sudah di tunggu ibuku, maaf ya chori.. besaok aku message .. trs kita ketemuan ya oke… ucap arka.
Iya ka… hati-hati dijalan….. ucap chori.
Kemudian arka pulang, begitu juga dengan chori, sesampai dirumah, chori tak bisa tidur, ia terus mengingat apa yang telah diucapkan arka.
Astaghhfirullah… ucap chori dengan keras.
Ternyata chori lupa bahwa besok harus berangkat ke Jakarta, kemungkinan besar dis besok tak bisa bertemu dengan arka, chori lupa tidak memberi tahu kepada arka.
Esok paginya nomer arka tidak aktif dan tidak bisa dihubungi, chori nampak bingung, dia takut kalo arka salah faham tentang dirinya. Ternyata kekawatiran chori terjadi juga, hari ini dia tak bisa bertemu dengan arka.
Kemudian arka pun marah dan menyangka bahwa chori tidak punya perasaan apapun ke dia selam itu. Itu semua omong kosong.
Chori sudah terlanjur berangkat, dia disan 5 hari, dia menitip pesan lewat rosa, namun rosa tidak menyampaikan pesan itu.
Alhasil, arka marah kepada chori, dan dia akhirnya menjadikan rosa sebagai kekasihnya, rosa pun mau dengan senang hati. Rosa tidak memikirkan bagaimana perasaan chori ketika mengetahui bahwa is sudah berpacaran dengan arka, orang yang selama ini disayangi chori.
Sepulang dari jakrta, chori diberi tahu teman-temannya, bahwa arka sudah jadian dengan rosa.
Deg….jantung chori serasa sesak… is pingsan dan tergeletak dilantai, bergegas teman-teman nya chori membawa ke UKS,  setelah sadar chori meneteskan air mata dengan penuh penyesalan, dia menyesal karena telah meninggalkan arka ke jakarta.
Setelah chori kembali kekelas saat istirhat, arka menemui chori dan menjelaskan bahwa dia sudah jadian dengan rosa. Dia bilang kalau sebenarnya sudah memendam rasa suka kepada rosa sejak SMP, dan baru kali ini di dekat dengan rosa.
Air mat pun jatuh tanpa henti-hentinya sakit mendengar penjelasan itu, chori tidak menyangka bahwa arka hanya mempermainkan dirinya sebgaia bonekas. Cinta dan kasih sayang yang selama ini ia berikan hancur lebur tak tersisa. Itu hanya ilusi.
Rosa pun kemudian juga minta maaf kepada chori karena telah menghianati pesahabatan mereka.
Chori berusaha untuk memaafkan mereka, walau bagaimanapun mereka tetap teman chori. Namun sejak kejadian itu chori dan rosa tidak bersahabat lagi, mereka tak lagi bersama.
Esok harinya chori mendengar kabar bahwa arka mengalami kecelakaan, chori merasa sedih dan bersalah, karena dulu ia pernah bilang kepada arka bahwa ia harus hati-hati dengan ucapannya. Arka selalu merasa hebat dan paling kuat, isak tangis menyelimuti chori kala itu.
Meskipun ia disakiti, namun rasa cinta itu tetap ada dan tetap melekat di hati.
Saat arka sakit rosa selalu menemani arka dan chori harus ikhlas melihat itu, akhirnya arka sembuh dan keluar dari rumah sakit. Namun ia tak sesempurna dulu, ada  banyak bekas luka di wajah manisnya yang selama ini ia banggakan.
Semenjak kecelakaan ini chori semakin ikhlas melihat rosa bersama arka, mungkin ini semua sudah suratan takdir bahwa rosa sahabatnya lah yang di takdirkan.

Ketika Cinta Berseru


Karya Latifatun Ni'mah
X Unggulan
MAN Tulungagung 1  


Ku lihat jam tanganku masih menunjukkan pukul 08.00 dini hari.Namun terik mentari pagi terasa hangat menusuk tulang suqmaku. Ku arahkan pandanganku ke depan pintu gerbang coklat dan ku kerahkan kakiku untuk masuk dengan langkah ragu. Hatiku berdetup kencang saat aku mulai menginjakkan kakiku di teras rumah bercatkan putih itu. Langkahku pun terhenti, hampirku gagalkan niatku untuk mengunjungi kediaman ustadz kebanggaanku. Namun dengan cepat ku urungkan niatku, tak sopan rasanya kalau aku tak melanjutkan silaturahmiku.
    Ku mulai mengayunkan tanganku dan ku ketuk pintu rumah ustadzku.     "tok..tok..tok..".Terdengar suara ketukan pintu.
    "Assalamu'alaikum".Sapaku.

Tak berselang lama suara lembut datang dari dalam rumah.
    "Wa'alaikum salam'.

    Ku mencoba menerawang lewat kaca rumah, namun yang terlihat hanyalah bayangan semu.Pintupun mulai terbuka. Gadis cantik nan anggun dengan jilbab hijau serta gaun agamis berdiri tepat di hadapanku. Hatiku tak henti - hentinya berdesir, tubuhku terpaku akan kecantikan gadis belia di depanku. Terlintas di benakku sosok Hanifa yang selama ini menjadi teman dunia mayaku, dia putri ustadz Bakri guru ngajiku, apakah ini yang namanya Hanifa?...
    "Ada yang bisa saya bantu?". Tanyanya sambil memandangku sejenak lalu menundukkan kepalanya kembali.
    "Oh..iya mbak..Uatadz Bakrinya ada?". Tanyaku dengan suara terbata.
    "Oh.. ada mas, mari masuk..". Jawabnya seraya memberi isyarat agar aku masuk.

    Ruang tamunya cukup sederhana, namun terlihat rapi. Di setiap sudut rumah terdapat lukisan ayat - ayat suci alqur'an yang dapat membuat nyaman orang - orang yang mengunjungi rumah tersebut.
    "Sebentar ya mas, saya panggilkan abah dulu". seraya pergi meninggalkanku duduk menatapnya.

    Astaghfirullah .. apa yang ku rasakan. Sudah terlalu jauh perasaanku  Ya Alloh, hindarkan aku dari perasaan yang dapat menimbulkan syahwat dan nafsuku
   
    Tak berselang lama Ustadz Bakri dan mungkin Hanifa muncul dengan membawa baki berisikan dua cangkir gelas.
   
"Oh.. Assalamu'alaikum Ustadz". Kataku sambil mencium punggung tangan ustadz Bakri.
    "Wa'alaikum salam, mari silahkan duduk".Jawabnya.
    "Silahkan di minum mas tehnya". Kata gadis itu.
    "Hanifa". Sapa Ustadz Bakri.
    "Iya Abah" Jawabnya.
    "Kenalkan ini Fauzi, santri abah di pesantren Al Hikmah". Kata Ustadz Bakri.

Aku tersipu malu dengan perlakuan ustadz Bakri.
   
    "Namanya Fauzi, dan Fauzi kenalkan ini Putri semata wayangku, Hanifa". kata Uatadz Bakri
Hanifa mengaggukkan kepala dengan tersenyum manis menatapku.
    "Hanifa ke dalam dulu abah, mas Fauzi, permisi". katanya sopan

    Hanifapun pergi meninggalkan kami berdua. Aku dan Ustadz Bakri berbincang - bincang cukup lama dan terkesan akrab. Maklim Ustadz Bakri adalah Ustadz paling bersahabat dengan para santri.
Hingga waktupun semakin sore dan aku pun berpamitan dengan mengucapkan salam.
    Sejak saat itu awal pertemuanku dengan Hanifa, akupun jadi lebih sering bersilaturahmi ke rumah Ustadz Bakri, entah apa yang aku rasakan saat ini. Akupun semakin resah dengan perasaan ini. Aku khawatir ini akan ,menimbulkan syahwat yang semakin menjadi - jadi. Akupun mencoba untuk memberanikan diri mengungkapakan perasaanku kepada Hanifa. Denga menghela nafas panjang ku mulai membuka HP ku dan ku SMS Hanifa. 

Assalamu'alaikum Dek Hanifa, apa kabar?

    Ku tunggu dengan jantung bergetar
SMS ku tak kunjung di balasnya. Hingga ku kirim SMS ku lagi untuk kedua kalinya, dan akhirnya Ifa pun membalasnya.

Wa'laikum salam mas Fauzi., Alhamdullillah Ifa dalam keadaan baik - baik saja. Kalau Mas Fauzi sendiri?

 amAlhamdullillah saya baik - baik saja dek, Ifa apa saya boleh bertanya sesuatu sama kamu?

Boleh mas, Insya Alloh jika Ifa bisa Ifa kan jawab pertanyaan dari Mas Fauzi

Apa salah jika seorang muslim mencintai seorang muslimah?


Isya Aloh tidak mas, hanya saja kita harus menjaga dan menghindari hal - hal yang dapat mengundang syahwat kita mas. Bukanlah Alloh menciptakan kaum Adam dan kaum Hawa untuk berpasang - pasangan, tapi kita juga tidak boleh menyalahgunakan hal tersebut

Hmm... iya dek aku mengerti apa yang kamu maksud. Dek sudah lama kita menjalin sillaturahmi melalui dunia maya. Dan aku sempat terpana melihat sosok wjah cantik dirimu saat pertama kali aku kerumahmu, dan aku sadar ini tak boleh terjaditapi aku ,memang benar benar mencintaimu dek Ifa

Astaghfirullah mas, apa mas Fauzi sadar akan perbuata mas. Mas Fauzi tahu sendiri kan. dalam islam tidak di benarkan memandang bukan muhrim dengan seksama. Dosa besar mas..

Maafkan aku dek, bukan maksudku membuatmu kecewa . Memang dalam Islam itu dilarang, tapi ini bikan kehendaku. Alloh telah mengatur ini semua dek. Aku sayang sama kamu Hanifa

Aku juga syang sama Mas Fauzi, tapi rasa ini hanya dari Adik kepada kakaknya. selebihnya belum saatnya Mas, Aku takut ini akan mengundang syahwat dan menimbulkan hal - hal yang di benci Alloh SWT

Aku mengerti dek.. aku sudah cukup lega mendengar pengakuan darimu

Jikalau memang mas Fauzi menyukaiku , tunggulah aku mas sampai aku benar - benar siap untuk mas Khitbah

Benarkah itu dek.. Insya Alloh aku akan senantiasa menantimu Ifa.. Terima kasih

Berterima Kasihlah kepada Alloh Mas, Karena Dialah yang mengatur segala urusan di dunia dan di akhirat. Sudah dulu mas, masih banyak pekerjaan yang belum ku selesaikan
Wassalamu'alaikum

Wa'alaikum salam

    Hatiku berbunga bunga tak henti - hentinya kubaca SMS dari Hanifa. Jikalau aku senantiasa menantinya, Alloh pasti akan menunjukkan jalan cerah bagi hubungan kita di masa yang akan datang, tanpa ada perbuatan - perbuatan yang sangat di murkai Alloh sebelum ku Khitbah Hanifa menjadi kekasih halalku.

Ingin Menulis?

Bagi siswa-siswi MANTASA GREEN yang ingin menuangkan karya tulisnya, baik cerpen, tulisan ilmiah, dan coretan hati, bisa juga kritik dan saran bisa dikirim ke email: mantasagreen@gmail.com.

Komentar Perasaan